Tak Hanya Makan Mi, AJS Juga Sempat Solat Bareng Korban Perampokan Pondok Indah

Tak Hanya Makan Mi, AJS Juga Sempat Solat Bareng Korban Perampokan Pondok Indah

Mei Amelia R - detikNews
Selasa, 06 Sep 2016 00:00 WIB
Tak Hanya Makan Mi, AJS Juga Sempat Solat Bareng Korban Perampokan Pondok Indah
Foto: Agung Pambudhy/detikcom
Jakarta - Pengacara membantah AJS melakukan perampokan di rumah Asep Sulaiman di kawasan Pondok Indah, Jaksel. Bahkan menurutnya, AJS dan korban sempat melaksanakan solat bersama-sama.

"Setelah ketemu bapaknya (korban-red), maka di situ tidak ada ancaman. Orang masih solat sama-sama, dibuatkan mi untuknya. Kan susah orang melakukan jahat dan baik bersamaan. Jahat jahat saja, baik baik saja, kan enggak mungkin ini bisa dicampur aduk," jelas salah satu kuasa hukum AJS, Apolos Jara Bonga kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (5/9/2016).

Apolos menyebut, kedatangan kliennya ke lokasi tersebut adalah untuk menyelesaikan persoalan privasi. Meski begitu, Apolos mengakui bahwa cara yang dilakukan kliennya saat 'bertamu' tidak dapat dibenarkan, namun tuduhan merampok terhadap kliennya itu belum terjadi.

"Kalau kebetulan seseorang membawa senjata tajam, bawa lakban kan tidak bisa (dikatakan merampok-red) kalau dia tidak sempurna atau bahkan tidak punya niat atau membatalkan niatnya, tidak menggunakan alat itu tadi maka tidak terpenuhi unsur deliknya (perampokan) itu tadi. Itu dulu pertama kalau kita bicara konstruksi hukum," beber Apolos.

Apolos sendiri tidak mau membeberkan persoalan privasi apa yang membuat AJS datang ke rumah korban dengan cara-cara seperti perampok. Untuk diketahui, AJS datang membawa senjata api, dan perlengkapan untuk memanjat tembok rumah korban.

"Kalau bicara perampokan, seperti yang isu di luar itu jelas sasaran objeknya adalah barang atau uang," lanjutnya.

Menurutnya, kliennya terpaksa melakukan hal itu karena susah menemui korban. Beberapa kali AJS meminta bertemu dengan korban, tetapi selalu ditolak hingga akhirnya memutuskan untuk datang tanpa diundang.

"Dia di sana setelah bertemu orangnya sama seperti begini, Ketika diminta pertemuan pagi tidak bisa datang, malamnya juga katakan bahwa bapak belum datang. Cara satu-satunya adalah lompat pagar baru ketemu bapaknya (korban)," jelasnya. (mei/Hbb)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads