Gempa di Nias Robohkan Tower Bandara dan Pecahkan Jalan

Gempa di Nias Robohkan Tower Bandara dan Pecahkan Jalan

- detikNews
Selasa, 29 Mar 2005 12:04 WIB
Jakarta - Gempa dasyat di Gunung Sitoli, Nias yang terjadi sekitar pukul 23.09 WIB, (Senin, 28/3/2005), telah merobohkan tower di bandara Gunung Sitoli, sehingga pendaratan pesawat sulit dilakukan di sana. Selain tower bandara, sejumlah jembatan juga mengalami hal yang sama. Sementara jalan-jalan banyak yang pecah.Hal ini disampaikan Menkominfo Sofyan Djalil usai rapat mendadak di Istana Wapres, Jl. Medan Merdeka Utara, Jakarta, Selasa, (29/3/2005). Pusat gempa yang terjadi di Samudera Hindia ini sangat besar yakni 8,2 Skala Richter. "Di Gunung Sitoli sejumlah tower ambruk sehingga pendaratan pesawat sulit dilakukan. Selain itu ada empat jembatan yang juga ambruk, dan jalan-jalan yang pecah, bangunan beton dua lantai juga pada ambruk dan rusak parah," ungkap Sofyan.Namun demikian, berapa korban jiwa dan sejauh mana kerusakannya hingga kini diakuinya belum diketahui, karena data yang masuk belum akurat."Gempa bumi di pantai barat Sumatera sampai pukul 08.30 WIB data-datanya belum akurat. Kepolisian dan tentara sampai kini masih berkomunikasi. Sampai pukul 08.30 WIB komunikasi masih lancar, tapi sekarang komunikasi terganggu karena banyaknya keluarga yang telepon ke Nias," ungkap Sofyan.Namun, lanjut Sofyan, saat ini Kapolda Sumut sudah terbang ke Gunung Sitoli, Nias. "Tapi belum ada komunikasi, karena masih sulit," katanya.Untuk menanggulangi korban gempa ini, lanjut Sofyan, pukul 14.00 WIB nanti, pemerintah akan menerbangkan pesawat Hercules untuk membawa obat-obatan dan tim dokter yang didampingi dua menteri, Menkes Siti Fadilah Supari dan Mensos Bachiar Chamzah.Akibat rusaknya tower, Hercules tersebut akan mendarat di Sibolga yang akan dijadikan posko bencana. Rencananya dari Sibolga perjalanan akan dilanjutkan dengan menggunakan helikopter dan diperkirakan, obat-obatan dan tim dokter akan sampai di sana pukul 16.30 WIB."Di Gunung Sitoli sejumlah tower bandara ambruk sehingga pendaratan pesawat sulit dilakukan. Sibolga akan dijadikan tempat transit. Tapi dari Sibolga akan menggunakan helikopter menuju Sitoli. Posko dari Sumut juga akan menyediakan obat-obatan dan makanan yang akan dikirimkan ke Gunung Sitoli," katanya.Sejauh ini, diakui Sofyan lagi, banyak korban gempa yang luka yang belum ditangani tim dokter karena masyarakat di sana dilanda kepanikan. Selain itu, kondisi rumah sakit juga rusak parah."Tapi kita belum tahu berapa jumlah korban yang luka karena mereka mengunggu ke daerah-daerah yang tinggi, tapi korban tewas diperkirakan 100-200 orang. Yang banyak korban luka di Gunung Sitoli dan Kota Teluk Dalam," katanya.Untuk menanggulangi bencana, lebih jauh Sofyan mengungkapkan, TNI AD di Aceh dalam waktu dekat akan segera mengirimkan helikopter Super Puma dari Sibolga, Kapal Gatra III dan alat-alat berat. (umi/)


Berita Terkait