"Ya makanya, saya kan konsisten," tanggap Ahok atas sorotan pemerintah, usai persidangan di MK, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (5/9/2016).
Ahok menjelaskan, dia tak berubah pandangan dibanding pada saat melontarkan desakan cuti ke Foke pada empat tahun lalu. Yang dia maksud, petahana yang ingin kampanye maka tentu harus cuti. Namun bila tak kampanye, maka dia ingin tidak usah wajib cuti.
"Saya mengatakan, kalau kampanye harus cuti. Saya tidak mengajukan 'mau kampanye tapi tidak cuti' loh," ujar Ahok.
Apalagi untuk konteks Pilgub DKI 2017, masa kampanye bisa sampai empat bulan bila Pilgub berlangsung satu putaran. Ahok keberatan bila dirinya harus meninggalkan pekerjaan sebagai gubernur selama.
"Saya hanya protes cutinya itu tidak masuk akal, sampai hampir empat bulan. Itu yang tidak masuk akal," tegas Ahok.
Untuk konteks Pilgub DKI 2012, saat Ahok mendesak Foke untuk cuti, saat itu dikatakan Ahok masa kampanye hanya dua pekan. Bahkan dulu, cuti kampanye bisa dilakukan model 'nyala-mati' alias 'on-off', misal hari ini 'on', dan hari lain 'off' cuti.
"Bukan seolah-olah saya orang yang ingin menuntut kalau kampanye itu saya boleh 'on-off'. Saya hanya protes kelamaan, itu empat bulan," kata Ahok tersenyum. (dnu/rvk)











































