Daud datang ke KPAI sekitar pukul 13.00 WIB. Ia didampingi oleh perwakilan Federasi Guru Independen Indonesia (FGGI).
Saat tiba di KPAI, Daud dan perwakilan FGGI langsung masuk ke dalam ruangan dan melakukan pertemuan tertutup. Usai 3,5 jam bertemu, Daud memberikan keterangan pers kepada wartawan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi itu pengelompokan klaster kasus dari pengaduan yang kami ajukan, untuk selanjutnya dari KPAI akan berkoordinasi dengan pihak-pihak yang terkait. Akan berkoordinasi dengan dinas pendidikan di Jawa Barat dan di Bandung untuk mencari lebih tahu, memeriksa lebih jauh tentang kasus yang kami adukan," lanjutnya.
Dalam hal ini, Daud juga membantah soal tudingan bahwa anaknya hanya suka dengan mata pelajaran Biologi. Ia juga menyayangkan soal tak adanya koordinasi antar guru.
"Tentu tidak ya, anak kami pasti mengikuti semua. Menurut kami ini lucu ini sama-sama dari satu sekolah, harusnya kan ada koordinasi antara guru, antara sekolah, makanya inilah kami mempertanyakan. Ini dari sejak awal ada kesalahan. Dari pihak sekolah miss koordinasi antar guru. Tapi kemudian guru yang lebih senior lah yang lebih dominan dalam menentukan," jelas Daud.
Sebelumnya diberitakan, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil angkat bicara soal siswa SMAN 4 Bandung yang tidak naik kelas karena tidak ikut ujian. Menurutnya, tidak mungkin anak yang mampu secara akademis tidak naik kelas.
"Apalagi kan siswanya ikut olimpiade Biologi, jadi pasti secara akademis mampu," ujar pria yang karib disapa Emil itu di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukancana, Senin (5/9/2016).
Emil kemudian mencari tahu kebenarannya dengan menelepon Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Bandung Elih Sudiapermana. Dari keterangan Elih, siswa tersebut tidak naik kelas karena tidak mengikuti ujian.
"Memang tidak ikut ujian. Tapi kata Pak Elih, sama sekolah sudah diberi kesempatan ujian susulan, tidak dipenuhi," kata Emil. (yds/trw)










































