Kepala Daerah Kerja Makkah Arsyad Hidayat memberikan tips pada jemaah barang apa saja yang perlu dibawa saat Armina. Secara umum, kebutuhan jemaah selama hampir 4-5 hari di Arafah-Mina akan dipenuhi panitia. Namun ada hal-hal yang perlu disiapkan sendiri.
Berikut daftarnya, seperti disampaikan Arsyad saat pembekalan bagi para ketua kloter dan petugas di hotel pemondokan 404, Aziziyah, Makkah, Minggu (4/9/2016) malam:
1. Bekal Makan Siang di Arafah
Makan untuk jemaah pada saat Arafah baru akan dibagikan pada tanggal 8 Dzulhijah malam atau 10 September malam. Namun jemaah akan mulai diberangkatkan sejak pagi pukul 07.00 Waktu Saudi. Nah, khusus bagi jemaah yang berangkat pagi atau siang, diwajibkan membawa bekal makanan sendiri untuk makan siang di Arafah.
Arsyad menyebut, jemaah bisa membawa roti atau makanan siap saji seperti Albaik atau lainnya. Di Arafah, tidak ada penjual makanan.
"Jemaah yang berangkat pagi hari, harus mempersiapakan diri membawa makanan, baik roti atau lainnya. Ini penting karena di Arafah kita tidak akan mendapatkan orang yang jualan," kata Arsyad.
Selama fase Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armina), jemaah haji Indonesia akan mendapatkan 15 kali katering dan 1 kali snack. Semua dibagikan secara beruntun sesuai waktu makan, mulai tanggal 8 Dzulhijah malam, di Arafah sampai Mina.
2. Pakaian Ganti
Selama prosesi haji dari tanggal 8 Dzulhijah atau 10 September, jemaah akan menggunakan kain ihram. Namun setelah tahalul di tanggal 10 Dzulhijah atau 12 September, jemaah perlu memakai pakaian ganti. Cukup satu atau dua potong pakaian saja, untuk digunakan saat melontar jumrah di jamarat pada tanggal 11-12 Dzulhijah.
3. Tasbih dan Al Quran
Selain, pakaian dan makanan, Arsyad mengimbau jemaah juga membawa peralatan kebutuhan ibadah seperti tasbih dan Al Quran. Di Armina, fokus utamanya adalah ibadah, karena itu penting untuk membawa hal-hal yang membantu kebutuhan ibadah jemaah.
barisan merah putih di arena sai - Spherical Image - RICOH THETA(mad/aan)











































