Begini Langkah Kementerian PUPR untuk Melanjutkan Proyek Hambalang

Erwin Dariyanto - detikNews
Senin, 05 Sep 2016 17:06 WIB
Proyek Hambalang. (Foto: M Iqbal/detikcom)
Jakarta - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyatakan siap mendukung kelanjutan proses pengerjaan proyek Pusat Pendidikan dan Pelatihan dan Sarana Olahraga Nasional (P3SON) di Hambalang, Bogor, Jawa Barat. Dari hasil audit Tim Audit Teknis Kementerian PUPR, diketahui bahwa kondisi kontur tanah sedikit rawan, namun masih bisa diatasi dengan mengurangi beban bangunan.

"Ada beberapa kelemahan terkait potensi longsoran, untuk itu tim menyarankan mengurangi beban yang ada di sana. Ada beberapa bangunan yang dikurangi satu tingkat," kata Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kementerian PUPR Arie Setiadi Moerwanto dalam keterangan tertulis yang dikirim Kementerian PUPR ke redaksi detikcom, Senin (5/9/2016).

Arie yang juga sebagai salah satu anggota Tim Audit Teknis Hambalang itu mengatakan keputusan untuk memotong satu lantai sejumlah bangunan yang ada di kompleks Hambalang adalah untuk mengantisipasi kekuatan gedung dalam merespons gempa. "Struktur yang lama pada prinsipnya dipertahankan tapi dipotong satu lantai kemudian dijadikan atap, jadi lebih ringan, ini juga terkait respons bangunan ketika terjadi gempa," terangnya.

Pembangunan proyek Hambalang yang dirancang pada tahun 2010, kata Arie, masih menggunakan peraturan ketahanan bangunan terhadap gempa yang lama. "Seperti kita ketahui bahwa Kementerian PUPR akan mengeluarkan peta gempa yang baru sehingga kita juga menyesuaikan mengenai hal tersebut," tambah Arie.

Menurut Arie, proyek Hambalang berdiri di atas tanah bangunan yang cukup baik. Struktur bangunan juga di atas persyaratan yang ditentukan. Buktinya sejak terbengkalai pada tahun 2011 bangunan tersebut masih berdiri tegak dan tidak ada pergeseran yang siginifikan.

Selain memotong satu lantai, Kementerian PUPR juga merencanakan untuk memperbaiki saluran air dengan mengubah pola atap yang semula datar menjadi miring. "Kedua adalah memperbaiki sistem drainase dengan cara yang tadinya atapnya datar-datar kita buat miring," kata Arie.

Sementara untuk mengatasi kondisi tanah di kawasan Hambalang yang merupakan tipe lapisan kedap, akan dibuat reservoar di bawah lapangan. Sebuah danau yang berada di dekat Hambalang akan dimanfaatkan.

"Sebagai solusi (lapisan Kedap), akan dibuat reservoar di bawah lapangan dan ada danau dekat lokasi yang akan kita manfaatkan," jelasnya.

Arie mengatakan dari hasil audit, Tim Audit Teknis telah mengajukan usulan untuk mengembangkan 14 bangunan dari total 22 bangunan yang ada di kompleks tersebut. Namun menurutnya Wakil Presiden Jusuf Kalla dalam kunjungan ke P3SON Hambalang kemarin (4/9) menginstruksikan bahwa sebagai langkah awal untuk fokus kepada 8 bangunan terlebih dulu.

Kedelapan bangunan tersebut menurut Arie di antaranya adalah asrama putra dan putri, asrama yunior putra dan putri, gedung SMA, gedung SMP, gedung olahraga serbaguna, gedung powerhouse, masjid dan pembangunan akses jalan. "Ditambah perkuatan sistem drainase yang baik dan penyediaan air," ujarnya. (erd/tor)