Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi memastikan, seluruh hewan kurban yang berasal dari daerahnya aman untuk dikonsumsi. Hal itu dipastikan karena tim dokter dari Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) Kabupaten Purwakarta terus melakukan pemeriksaan secara berkala.
"Saya pastikan sapi dan domba dari Purwakarta 100 persen aman," jelas Dedi di Pendopo Purwakarta, Senin (5/9/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Purwakarta sekarang sudah tumbuh dan berhasil surplus domba. Populasi domba saat ini mencapai 1,5 juta ekor atau lebih banyak dari jumlah penduduk yang hanya 960 ribu jiwa," jelas Dedi.
Foto: Tri Ispranoto/detikcom |
Hal itu, kata Dedi, karena selama ini pemerintah konsisten untuk membudidayakan domba dalam bentuk pendidikan berkarakter pada pelajar SD, SMP, dan SMA yang diberinama program Budak Angon. Dalam program tersebut para pelajar diberi domba untuk dirawat dan nantinya akan menjadi bahan penilaian saat kenaikan dan kelulusan.
Selain itu, Pemkab Purwakarta jarang memberikan bantuan modal dalam bentuk uang tunai. Namun bantuan lebih diprioritaskan pada pemberian bibit domba karena dinilai lebih produktif dan cocok untuk dikembang biakan di daerah-daerah di Kabupaten Purwakarta.
"Dari pada kita beri bantuan modal berupa uang, belum tentu uang itu akan berputar kebanyakan malah rugi. Kalau domba kan relatif murah, mudah dikembang biakannya, dan tim pengawasan pun secara berkala pasti memantau mulai dari kesehatan sampai pertumbuhannya," tuturnya.
Di tempat yang sama, Kabid Peternakan Disnakan Kabupaten Purwakarta, Sri Wuryasturati mengatakan, isu hewan ternak asal Kabupaten Purwakartabanyak yang terserang penyakit memang sudah lama berkembang. Namun hal itu adalah masa lalu saat Kabupaten Purwakarta belum menjadi basis peternakan.
"Itu bagian dari masa lalu. Memang Purwakarta pernah endemik antrak pada tahun 1999. Tapi sekarang kita lakukan pemeriksaan tidak hanya pas mau Idul Adha tapi berkala. Kita cek mulai dari kotoran sampai darah, dan dipastikan tahun ke tahun selalu sehat," tuturnya.
Foto: Tri Ispranoto/detikcom |
Lebih lanjut Sri mengungkapkan, untuk Idul Adha tahun ini dibutuhkan sekira 2 ribu ekor sapi sementara untuk domba mencapai 6 ribu ekor. Jumlah tersebut sebagian telah terpenuhi dari para peternak lokal dan sebagian kecil hewan masih dipasok dari Jateng dan Sumatera.
"Kalau domba kita sudah tidak kekurangan, malah lebih. Kalau sapi kita baru bisa 40 persen, sementara sisanya masih dikirim dari Pati, Grobogan, dan Lampung," ucapnya.
Soal kesehatan, Sri memastikan jika domba maupun sapi dari Kabupaten Purwakarta dinyatakan telah sehat karena secara berkala selalu diperiksa mulai dari kotoran hingga darah, dan tak terpaku pada perayaan Idul Adha semata. (trw/trw)












































Foto: Tri Ispranoto/detikcom
Foto: Tri Ispranoto/detikcom