"Pagi ini, Aa Gatot mau dibon (dipinjam dari tahanan) untuk pemeriksaan terkait kepemilikan senpi dan amunisi," ujar Kanit IV Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Kompol Teuku Arsya Khadafi, saat dihubungi detikcom, Senin (5/9/2016).
Selama agenda penggeledahan di rumahnya dan di kantor PARFI, Aa Gatot dititipkan di tahanan Polres Jakarta Selatan. "Nanti dibawa dari Polres Jaksel," imbuh Arsya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Awalnya kan sebelum dibuka brankasnya dia tidak mengaku menyimpan apa-apa, tetapi ternyata kami temukan ratusan amunisi di dalamnya," jelas Arsya.
Sementara soal kepemilikan senjata api, Gatot mengaku bahwa ia mendapatkan senjata itu dari AS, Kepala Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN). Polisi juga menjadwalkan pemeriksaan terhadap AS hari ini.
"Yang bersangkutan mengaku pernah ikut anggota Perbakin, tetapi tidak ada kartu anggotanya. Senjata api tersebut sudah lama dia pegang," lanjutnya.
Sejauh ini, polisi juga belum bisa memastikan keperluan Aa Gatot menyimpang senjata api dan ratusan butir peluru tersebut.
"Pengakuannya kan untuk properti pembuatan film, namun ini masih kami dalami," pungkasnya. (mei/aan)











































