PBB: Percepat Pembuatan Sistem Peringatan Dini Tsunami

PBB: Percepat Pembuatan Sistem Peringatan Dini Tsunami

- detikNews
Selasa, 29 Mar 2005 10:22 WIB
Jakarta - Gempa berkekuatan 8,7 Skala Richter yang mengguncang Pulau Sumatera membuat PBB kembali mendesak segara dibuatnya sistem peringatan dini tsunami.Pascagempa yang terjadi pukul 23.09 WIB, 28 Maret 2005 itu membuat panik warga di Sumatera. Mereka berlarian ke dataran yang lebih tinggi karena takut tsunami.Hal itu juga dialami sejumlah negara seperti Malaysia, Singapura, Thailand, India, Srilangka, dan Jepang. Bahkan mereka sempat mengeluarkan peringatan waspada tsunami, namun kemudian dicabut setelah beberapa jam kemudian tsunami tak kunjung datang."Yang kita harapkan sekarang, komunitas internasional segera mempercepat pekerjaan pembuatan sistem peringatan dini tsunami," ujar Koordinator Bantuan Kemanusiaan PBB Jan Egeland di New York AS seperti dilansir situs PBB, Selasa (29/3/2005).Kantor PBB di wilayah yang terkena tsunami pada 26 Desembar 2004 lalu itu kini bersiaga penuh setelah gempa mengguncang Pulau Sumatera semalam. Meski belum ada laporan mengenai adanya tsunami, namun kepanikan akibat gempa merupakan pertanda bagi dunia untuk segera membuat sistem peringatan dini tsunami di wilayah Samudera Hindia."Guncangan gempa yang lebih kuat lagi terjadi kali ini dan kita bisa mengalami tsunami yang dahsyat pada pertengahan malam harinya. Kita butuh sistem peringatan dini tsunami itu," tukas Egeland.Gempa yang disusul tsunami terjadi di Aceh dan Nias pada 26 Desember 2004 lalu yang menewaskan lebih dari 200 ribu orang, sementara sekitar 5 juta orang yang selamat di negara-negara Samudera Hindia harus ditopang kehidupan sehari-harinya.PBB yang melakukan koordinasi bantuan kemanusiaan pascatsunami Desember lalu sudah menempatkan para pekerja kemanusiaan untuk melanjutkan rekonstruksi di Sumatera, khususnya Aceh."Kami punya helikopter-helikopter, truk-truk, dan lebih dari seribu pekerja kemanusiaan internasional, serta 300 organisasi kemanusiaan internasional yang ada di Sumatera," urai Egeland.Menurut dia, sebuah helikopter milik PBB mulai beroperasi pada Selasa pagi untuk melihat kondisi pulau-pulau yang dikhawatirkan mengalami kerusakan parah, terutama yang berada di zona sekitar 50 km dari episentrum (pusat gempa bumi) yang merupakan rumah bagi sekitar 10 ribu orang. (sss/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads