110 Calon Haji yang Tertahan di Filipina Diserahterimakan di Bandara Makassar

110 Calon Haji yang Tertahan di Filipina Diserahterimakan di Bandara Makassar

Muhammad Nur Abdurrahman - detikNews
Minggu, 04 Sep 2016 12:35 WIB
110 Calon Haji yang Tertahan di Filipina Diserahterimakan di Bandara Makassar
110 Calon Haji yang Tertahan di Filipina Tiba di Makassar (Foto: Muhammad Nur Abdurrahman/detikcom)
Makassar - Sebanyak 110 calon jamaah haji asal Sulawesi Selatan (Sulsel) yang batal berangkat dan tertahan di Filipina, tiba di Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar, Minggu (4/9/2016) sekitar pukul 11.30 Wita, menggunakan pesawat Air Asia XT 983 yang terbang langsung dari Manila, Filipina.

Kedatangan 110 calon haji ini diantar langsung oleh Duta Besar RI untuk Filipina Johny Lumintang dan sejumlah pejabat Kementerian Luar Negeri untuk diserahterimakan ke Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo dan Pejabat Kemenlu Bunyan Saptomo.

Kepulangan mereka dijemput langsung Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo bersama sejumlah kepala daerah asal calon haji yang gagal berangkat tersebut, seperti Bupati Bone Andi Fahsar Padjalangi dan Sekda Wajo Suryadarma.
Foto: Muhammad Nur Abdurrahman/detikcom

Menurut Dubes Johny, jumlah calon haji yang dipulangkan ke Sulsel berjumlah 110 orang yang terdiri 94 orang dari Sulsel, 1 orang dari Sulawesi Barat dan 15 orang berasal dari Kalimantan Timur. Sebanyak 58 orang lainnya diberangkatkan ke Bandara Soekarno Hatta, Jakarta.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Para jamaah ini telah mengalami peristiwa penahanan oleh Imigrasi Filipina, mereka cukup tangguh menghadapi cobaan dari Tuhan, kita bersyukur bisa dapat kembali ke tanah air," ujar Johny.

Gubernur Sulsel yang menerima warganya tak kuasa menahan isak tangisnya saat menyambut warganya. Syahrul merasa geram, warganya menjadi korban penipuan travel haji.

"Bukan warga saya yang salah, satu bulan saya marah, saya telepon Menlu, bebaskan warga saya, saya perintahkan pada Kanwil Kemenag segera urus haji mereka, kalau bukan hari ini besok mereka harus berhaji," ujar Syahrul.
Foto: Muhammad Nur Abdurrahman/detikcom

Bunyan Saptomo, Pejabat Fungsional Utama Kemenlu RI menyebutkan bahwa pemerintah komitmen memberikan perlindungan pada warganya yang mengalami masalah di luar negeri.

"Kami selalu komitmen melindungi warga yang mengalami masalah di luar negeri, tahun lalu kami pulangkan sekitar 90 ribu, tahun ini menurun, hingga Agustus ini jumlah WNI yang mengalami masalah berjumlah 24 ribu orang, semoga tidak bertambah," tutup Bunyan. (mna/Hbb)


Berita Terkait