"Kalau dilihat dari hasil olah TKP, direncanakan. Karena faktanya ada temuan 4 sebo, peralatan untuk memanjat, senjata api juga," ujr Kapolres Jaksel Kombes Tubagus Ade Hidayat kepada detikcom, Minggu (4/9/2016).
Sementara soal motif dalam drama penyanderaan itu, Tubagus menyebut, sejauh ini murni perampokan. Selain peralatan yang dibawa para pelaku, ada beberapa barang korban yang akan dirampok para pelaku.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Aksi perampokan di lokasi menjadi sebuah drama penyanderaan. Dua pelaku, AJS dan S sempat menodong korban dan mengancam untuk mengarang cerita, seolah-olah tidak terjadi apa-apa di rumah korban ketika polisi datang mengepung.
Perampokan mereka gagal setelah seorang pembantu berhasil meloloskan diri dengan memanjat pagar dan memberitahu warga serta sekuriti setempat tentang kejadian tersebut. Alhasil, polisi gabungan dari Polres Jaksel dan Polda Metro Jaya berjumlah ratusan, dibantu tim Gegana dengan senjata laras panjang, mengepung mereka.
Drama penyanderaan ini berakhir pada sore hari. Kedua pelaku berhasil dilumpuhkan dan korban diselamatkan tanpa ada luka sedikit pun.
(mei/rvk)










































