Komisi I DPR Ingin Budi Gunawan Kerja Cepat Bila Disetujui Jadi KaBIN

Komisi I DPR Ingin Budi Gunawan Kerja Cepat Bila Disetujui Jadi KaBIN

Niken Purnamasari - detikNews
Sabtu, 03 Sep 2016 10:52 WIB
Komisi I DPR Ingin Budi Gunawan Kerja Cepat Bila Disetujui Jadi KaBIN
Komjen Budi Gunawan/Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Wakil Ketua Komisi I DPR Meutya Viada Hafid berharap Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) yang baru nantinya dapat bekerja cepat dan optimal. Meutya meyakini tuntutan ini dapat dipenuhi oleh Budi Gunawan yang ditunjuk Presiden Joko Widodo untuk menjadi KaBIN baru.

"Beberapa bulan ini BIN tidak gencar kerjanya atau tidak cepat. Dengan ada surat masuk ke DPR (penunjukkan BG sebagai calon KaBIN), seharusnya BIN bekerja apa yang harus ditangani. Catatan-catatan sebelumnya harus segera dikoreksi," ujar Meutya dalam diskusi Smart FM dan Populi Center bertajuk 'Ini Dia Kepala BIN Baru' di Gado-Gado Boplo, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (3/9/2016).

DPR diklaim politikus Partai Golkar ini menyambut baik pencalonan Budi Gunawan yang saat ini menjabat Wakapolri untuk menggantikan Sutiyoso. Meutya menyebut tidak ada persoalan mengenai latar belakang calon KaBIN baik dari TNI atau Polri.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"DPR menyambut baik. Bagaimana DPR melihat sosok Budi Gunawan dengan latar belakang dari kepolisian? Saya menghindari dikotomi TNI-Polri di tubuh BIN. Presiden mengkaji betul bahwa orang ini adalah yang terbaik yang dipilih oleh presiden," sambungnya.

Diskusi Populi Center Bahas Calon Kepala BIN Budi Gunawan/Foto: Niken Purnamasari-detikcom


Surat pergantian Kepala BIN Sutiyoso diserahkan Menteri Sekretaris Negara Pratikno kepada pimpinan DPR pada Jumat (2/9). Meutya mengatakan, surat tersebut akan dibacakan di forum paripurna untuk ditindaklanjuti Komisi I.

(Baca juga:Uji Kepatutan Komjen BG Digelar DPR Rabu Pekan Depan)

Sementara itu Ketua DPR Ade Komarudin mengatakan surat penunjukkan Budi Gunawan sudah dibahas pimpinan DPR dan akan dibicarakan lagi dengan pimpinan fraksi pada pekan depan.

"Fit and proper test di Komisi I hari Rabu. Hari Kamis, paripurna pengambilan keputusan," ujar Ade kepada wartawan, Jumat (2/9).

(nkn/fdn)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads