Momen langka ini terlihat di jalanan di samping pemondokan 605, Syisyah, Makkah, Arab Saudi, Jumat (2/9/2016). Terbentang karpet merah di sepanjang jalan khusus untuk menampung jemaah Indonesia. Alunan musik pun terdengar.
Nasi Arab dengan lauk ayam panggang lalu dihidangkan dalam nampan-nampan bulat. Jumlahnya puluhan dan dijejerkan secara memanjang untuk para jemaah. Khusus jemaah lelaki, ada di sisi tertentu dan untuk perempuan terpisah.
Makan malam bersama jemaah haji Indonesia (Rachmadin Ismail/detikcom) |
Para jemaah duduk sekitar 4-5 orang melingkari nampan tersebut. Kemudian mereka makan menggunakan tangan dan sangat lahap. Minuman pun tersedia di sepanjang area.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami lagi ke bawah. Tiba-tiba dipanggil suruh makan. Namanya rejeki nggak boleh ditolak," kata Eni, jemaah lainnya.
"Cuma ada yang kurang nih, nggak ada sambalnya," ucap jemaah lain sambil tertawa.
Momen jamuan untuk jemaah ini kerap dilakukan oleh para maktab untuk memberikan layanan pada jemaah haji Indonesia. Istilah yang digunakan oleh mereka adalah Sabilillah. Ada sekitar 80 nampan nasi dan ayam yang dipesan untuk para jemaah. Sebagian ada yang habis, namun ada juga yang tak habis dan dibawa ke kamar.
(mad/jor)











































Makan malam bersama jemaah haji Indonesia (Rachmadin Ismail/detikcom)