"Ya ini sudah keputusan dari saya dan pengurus partai Golkar bahwa tidak ada yang namanya mahar politik. Saya juga sudah instruksikan tidak ada lagi mahar politik," kata pria yang akrab disapa Setnov usai Rakornis Golkar di Menara Peninsula Hotel, Jl Letjen S Parman, Jakarta Barat, Jumat (02/09/2016).
Sejak menjabat sebagai ketua umum Golkar, dia mengatakan sudah menyampaikan bahwa tidak ada lagi mahar politik meskipun itu permintaan dari saudara ataupun sahabatnya. Dia juga menegaskan bahwa tidak akan mendukung keluarga atau sahabat dengan elektabilitas rendah apalagi dibarengi mahar tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Atas hal tersebut, Setnov mengaku sempat mendapat kritik dan ancaman dari berbagai pihak.
"Pasti ada ancaman, ada yang komplain, ada yang ke Jakarta atau ke tempat saya menyampaikan keberatan-keberatan, ya saya sampaikan sejelas-jelasnya bahwa itu tidak bisa karena kita harus melakukan azas taat aturan supaya bisa dijalankan secara demokratis," tegas Setnov. (jor/jor)











































