Seperti terlihat ketika momen salat Jumat hari ini, Jumat (2/9/2016). Jemaah mulai memadati Masjidil Haram sejak pukul 08.00 pagi waktu Saudi. Menjelang pukul 10.00 waktu Saudi hampir seluruh pintu akses menuju masjid sudah tertutup.
Mendekati pukul 11.00 waktu Saudi jemaah sudah memenuhi halaman masjid. Di tengah terik matahari sekitar 40 derajat celcius, mereka setia menanti waku salat Jumat tiba.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setiap jemaah yang melihat ruang kosong, walaupun hanya 50 centimeter kurang langsung mengisinya. Tak jarang aksi dorong dorongan terjadi, sebagian bahkan ada tak kuasa menahan emosi.
Foto: Rachmadin Ismail/detikcom |
Di sisi lain petugas keamanan masjid terus menyuruh para jemaah bergerak agar mencari ruang kosong. Tidak diperkenankan siapapun berdiri walau hanya untuk berteduh.
"Ayo ayo bergerak!" Demikian teriak petugas itu dalam bahasa Arab.
Usai salat Jumat, kondisi padat semakin terlihat. Mereka yang salat di mal dan hotel diminta segera bergerak begitu salat selesai. Bagi yang duduk duduk sekedar istirahat atau berteduh disuruh bergeser. Begitu juga yang berada di pelataran mal dan gedung.
Di tengah arus keluar jemaah, terlihat beberapa jemaah Indonesia. Mereka bersemangat melakukan ibadah walau panas terik menghadang.
Satu jemaah wanita asal negara lain sempat terlihat ditandu keluar Masjidil Haram. Diduga dia mengalami penyakit berat sehingga mendapat perawatan.
Jam usai salat Jumat memang salah satu momen rawan gangguan kesehatan. Para jemaah kerap kelelahan bahkan dehidrasi karena kepanasan dan berdesakan. Karena itu, petugas dari tim kesehatan kini banyak bersiaga, salah satunya di terminal Syib Amir, di mana banyak jemaah Indonesia datang dan pergi lewat tempat tersebut.
(mad/Hbb)












































Foto: Rachmadin Ismail/detikcom