"Kami tentu memberikan dukungan atas pilihan presiden. Presiden membutuhkan data dan informasi intelijen yang akurat," ungkap Wakil Ketua Fraksi NasDem Johnny G Plate kepada wartawan, Jumat (2/9/2016).
Keperluan intelejen yang akurat termasuk di bidang ekonom dan Kamtibnas dalam era global defence ini disebut Johnny menjadi salah satu catatan untuk institusi BIN. Untuk itu Kepala BIN tidak bisa dipilih sembarangan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sebagai Perwira Tinggi Polri yang berpengalaman dan telah mendapat penugasan di berbagai bidang, Pak BG cocok untuk pos KaBIN," tuturnya.
Budi Gunawan tercatat selalu menempati peringkat pertama di setiap pendidikan Polri yang ditempuhnya. Sejumlah jabatan penting pernah diduduki oleh pria kelahiran 1959 itu.
Presiden Jokowi mengajukan nama Komjen Budi Gunawan sebagai calon tunggal Kapolri pada awal tahun 2015. Namun akibat status tersangka yang sempat disandangnya, meski pada akhirnya gugur di praperadilan, membuat Komjen Budi gagal sebagai Kapolri.
Mantan Kapolda Jambi itu akhirnya dilantik sebagai Wakapolri pada April 2015 hingga kini. Setelah enam belas bulan menjabat, Presiden Jokowi hari ini mengajukan nama Komjen Budi Gunawan sebagai calon Kepala BIN.
"Pencalonan Kapolri dulu sudah disetujui DPR RI dan praperadilan dimenangkannya. Pembatalan pelantikan sebagai Kapolri lebih pada pertimbangan politik dan konsideransi presiden," tandas Johnny.
(ear/van)











































