Beraksi Puluhan Kali, Pimpinan Begal Asal Lampung Ditembak Mati

Beraksi Puluhan Kali, Pimpinan Begal Asal Lampung Ditembak Mati

Mei Amelia R - detikNews
Jumat, 02 Sep 2016 09:39 WIB
Beraksi Puluhan Kali, Pimpinan Begal Asal Lampung Ditembak Mati
Ilustrasi garis polisi (Foto: Ari Saputra/detikFoto)
Jakarta - Tujuh orang komplotan begal kelompok Lampung yang sudah beraksi puluhan kali diringkus polisi. Salah satu pelaku DF (19) yang merupakan pimpinan kelompok ditembak mati polisi karena melakukan perlawanan.

"Total ada 7 pelaku yang ditangkap. Satu orang terpaksa diberikan tembakan terukur dan terarah yang mengakibatkan yang bersangkutan meninggal dunia karena melakukan perlawanan," jelas Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Hendy F Kurniawan kepada detikcom, Jumat (2/9/2016).

Selain DF, enam pelaku lainnya yakni HI (25) ditembak di bagian kaki, AP (21) ditembak di kaki, AS (21), MD (21), TD (19) dan THD (22). Ketujuh pelaku diringkus Kamis (1/9) malam hingga dini hari tadi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hendy mengungkap, para pelaku sudah melakukan aksinya sebanyak 20 kali di beberapa lokasi di wilayah Jakarta dan sekitarnya. Para pelaku dinilai sadis karena tidak segan-segan melukai bahkan menghabisi nyawa korban yang melawan, dengan senjata api mereka.

"Dalam catatan kami, sejauh ini ada 6 laporan polisi terkait aksi mereka. Tapi menurut pengakuan para tersangka, mereka sudah puluhan kali beraksi," tutur Hendy.

Aksi terakhir dilakukan komplotan ini di depan tempat pangkas rambut Laksana di Jl Bangka II, Pela Mampang, Mampang Prapatan, Jaksel, pada Minggu (21/8) siang lalu. Para pelaku saat itu merampas motor milik Sri Hartanto (34), ketika rambutnya sedang dicukur di lokasi.

"Korban saat itu sempat melihat ada orang yang sedang berusaha mengambil motor miliknya. Saat bersamaan ada seorang pelaku lainnya masuk ke tempat pangkas rambut sambil menodongkan senjata api ke arah korban," jelas Hendy.

Pada saat menodongkan senjata api tersebut pelaku juga mengambil HP yang tersimpan di atas meja di tempat cukur rambut tersebut.

"Setelah itu pelaku keluar dari tempat potong rambut, dan sempat membawa motor korban dalam keadaan mati karena pelaku tidak berhasil menyalakannya. Korban yang melihat kejadian tersebut berusaha mengikuti sambil berteriak maling. Kemudian pelaku mengeluarkan tembakan dan motor korban kemudian ditinggal di dekat SMPN 141," paparnya.

Sementara itu Kanit I Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya Kompol Gunardi menjelaskan, para pelaku teridentifikasi setelah polisi melakukan penyelidikan hampir sepekan.

"Kemudian anggota Opsnal Unit 1 Jatanras berhasil mengamankan pelaku dan selanjutnya dalam pengembangan tersebut Unit 1 mendapatkan beberapa pelaku lainnya yang juga melakukan pencurian di beberapa lokasi," ujar Gunardi.

Selanjutnya, ketika dilakukan pengembangan 3 tersangka yakni DF, HI dan AP, mereka berusaha melawan dan melarikan diri di Jl Kebagusan Dalam I, Pasar Minggu, Jaksel. Tak ingin buruannya kabur, petugas kemudian mengambil tindakan tegas.

"Setelah diberi 2 kali tembakan peringatan pelaku tetap tidak menghiraukan sehingga dilumpuhkan dengan timah panas, salah satu pelaku tertembak lalu meninggal dan 2 orang pelaku lainnya terkena luka tembak di kaki sebelah kiri," papar Gunardi.

Terpisah, Panit Unit I Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKP Hendro Asmara mengatakan, aksi para pelaku sempat terekam CCTV di sekitar lokasi.

"Dari rekaman CCTV itu kami mengidentifikasi para pelaku sehingga mereka berhasil kami tangkap," ujar Hendro.

Dari para pelaku, polisi menyita 3 unit motor Honda Beat, 2 pucuk senpi rakitan jenis revolver, tas, helm dan pakaian pelaku yang digunakan saat melakukan kejahatan.

Sementara itu Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Ruddy Herianto Adi Nugroho menyatakan perang terhadap begal. "Kami akan melakukan tindakan tegas terhadap para pelaku begal yang sudah meresahkan warga," tegas Ruddy. (mei/hri)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads