"Yang sekarang kita lakukan adalah penegakan hukum. Penegakan hukum ini terutama terhadap anggota. Ada 3 anggota yang ditahan. Dan saya sudah perintahkan lakukan proses hukum. Termasuk hukum pidana terhadap 3 anggota ini," kata Tito usai mengantar Presiden Joko Widodo di Base Ops Landasan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Jumat (2/9/2016).
Kini polisi sedang melakukan pendalaman terhadap kasus tersebut. Jumlah tersangka 3 orang anggota bisa saja bertambah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tito menyesalkan atas kejadian tersebut. Menurutnya, situasi saat ini di Meranti sudah kondusif. Perbaikan di kantor Polres Meranti juga sudah dilakukan.
"Kita menyesalkan kejadian tersebut seharusnya tidak perlu terjadi. Kemudian Kapolda (Riau) sudah ke sana dengan Danrem dan Pak Gubernur. Semua situasi sudah kondusif di sana. Kemudian perbaikan kantor juga sudah (dilakukan)," tuturnya.
Kerusuhan di Meranti berawal ketika sekitar 1000 warga datang berdemonstrasi ke Polres Meranti. Hal ini dipicu meninggalnya Apri (24) yang merupakan tersangka pembunuh anggota Polres Meranti, Brigadir Adil Tambunan.
Anggota polisi itu tewas ditusuk 5 kali dengan badik gara-gara rebutan wanita. Usai membunuh, tersangka Apri (24) pegawai honorer Pemkab Meranti kabur ke Kecamatan Merbau. Tak lama pelaku ditangkap dengan dihadiahi timah panas di kakinya. Saat ditangkap untuk dibawa ke Mapolres Meranti, Apri masih hidup.
Tapi setelah sampai di Mapolres, Apri tewas mengenaskan dengan tubuh penuh luka. Kuat dugaan Apri tewas karena dianiaya rekan-rekan Brigadir Adil Tambunan. Kematian Apri yang lalu jadi pemicu hadirnya 1000-an massa demo ke Polres Meranti. Dimana pada demo tersebut ada seorang massa yang tewas karena terkena batu. (dra/dra)











































