Menteri Agama Pimpin Sidang Isbat Tetapkan Idul Adha 1437 H

Menteri Agama Pimpin Sidang Isbat Tetapkan Idul Adha 1437 H

Jabbar Ramdhani - detikNews
Kamis, 01 Sep 2016 18:38 WIB
Menteri Agama Pimpin Sidang Isbat Tetapkan Idul Adha 1437 H
Foto: Sidang isbat/ Jabbar detikcom
Jakarta - Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin memimpin langsung sidang isbat. Sidang ini untuk menetapkan awal bulan Zulhijjah 1437 H. Sidang isbat ini penting untuk dapat menentukan Hari Raya Idul Adha yang jatuh setiap tanggal 10 Zulhijjah.

Rapat dilakukan di langsung Kantor Kementerian Agama Jalan M.H. Thamrin Nomor 6, Jakarta Pusat, Kamis (1/9/2016). Tahapan pertama sidang isbat ini dilakukan pemaran oleh Ketua Tim Hisab Rukyat Kemenag Cecep Nurwendaya. Dalam pemaparannya, Cecep menyampaikan prinsip sidang isbat.

"Sebagaimana kita ketahui bersama, bulan ialah satelit bumi yang mengedari bumi. Karena kita ada di bumi, maka kita dapat melihat posisi bulan. Yang bisa kita amati bagaimana ketampakan bulan dari hari ke hari berdasarkan pada fasenya atau bentuknya. Secara astronomis kita kenal ada new moon, bulan baru," papar Cecep.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Cecep mengatakan posisi hilal berada dalam posisi negatif dengan ketinggian hilal negatif 1,5 derajat. Kondisi itu membuat hilal terbenam terlebih dahulu ketimbang matahari. Sehingga hari ini masih masuk bulan Zulkaidah.

"Maka, secara hisabnya hari ini masih Zulkaidah. Dengan momen ijtima' pada 1 September 2016, terjadi pada 9.03 GMT atau 16.03 WIB," ucap Cecep.

Secara hisab, lanjut Cecep, awal bulan Zulhijjah ditentukan ketika posisi bulan sudah setinggi 2 derajat. Sehingga kemungkinan awal Zulhijjah akan bertepatan pada Sabtu, 3 September 2016. Untuk mendapatkan Idul Adha masyarakat tinggal menambahkan sembilan hari.

"Dengan menambahkan sembilan hari maka dapat ditentukan Idul Adha," katanya.

Usai pemaparan, peserta sidang menjalani salat Magrib terlebih dahulu. Kemudian akan dilakukan sidang tertutup yang akan dimulai pukul 18.10 WIB. Setelah sidang tertutup usai akan disampaikan melalui konferensi pers.

Dalam sidang ini hadir Ketua Komisi VIII DPR RI, Ali Taher dari fraksi PAN, para duta besar negara sahabat, Ketua MUI Ma'ruf Amin, perwakilan dari ormas seperti NU dan Muhammadiyah. (rvk/rvk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads