"Tiga puluh pengacara akan mengawal kasus ini. Kita telah menerima kuasa dari orang tua IAH, yaitu pak Makmur untuk mendampingi kasus yang dialami IAH," kata Ketua Pusat Bantuan Hukum Peradi Medan, Rizal Sihombing kepada wartawan di Kantor Peradi Medan, Jalan Sei Rokan, Kota Medan, Sumut, Kamis (1/9/2016).
Rizal mengungkapkan, upaya pendampingan yang dilakukan itu karena pihaknya ikut merasakan penderitaan yang dialami oleh keluarga Makmur. Terlebih, kata dia, Makmur yang merupakan ayah kandung IAH tersebut karena rekan seprofesi-nya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rizal menyatakan, harusnya IAH dititipkan di Lembaga Penempatan Anak Sementara (LPAS). Dia berharap, polisi agar bekerja sama dengan pihak keluarga maupun tim pengacara dalam menginterogasi IAH untuk mengorek informasi yang lebih mendalam terkait upaya percobaan bom bunuh diri tersebut.
Foto: Jefris Santama/detikcom |
Sementara itu, Makmur yang didampingi istrinya, Arista Purba meminta maaf terhadap seluruh masyarakat Indonesia terkait apa yang telah dilakukan anaknya tersebut.
"Kami meminta maaf khususnya kepada pastor Albert serta jemaat Gereja Katolik Santo Yosep Medan. Kita tidak tahu masalah ini mengapa bisa terjadi," ucap Makmur sambil menangis tersedu-sedu.
Dia berharap, peristiwa tersebut tidak terulang lagi. Diakuinya, apa yang sudah dilakukan IAH itu adalah bagian dari kesalahan mereka.
"Ini kesalahan kami, kami tidak mampu mengawasinya. Dia (IAH) ini masih tujuh belas tahun. Kami minta maaf kepada semuanya. Mudah-mudahan ini tidak terjadi lagi," terangnya.
Sementara itu, Arista menyatakan pada Minggu (28/9) sebelum kejadian tersebut terjadi, IAH saat itu permisi keluar rumah untuk memperbaiki laptop dan resleting tasnya.
"Dia permisi untuk itu. Kita nggak tahu kenapa kejadian itu bisa terjadi. Selama ini, nggak ada teman-temannya kerumah. Dia ini sering di kamar. Kalau nonton TV ya sama-sama dirumah. Selama ini, dia (IAH) ini hobinya main basket, main game di HP. Saat kita jumpain dia di Polresta Medan, dia meminta maaf atas perbuatannya tersebut karena sudah berbuat salah," urai Arista. (try/try)











































Foto: Jefris Santama/detikcom