Rian Ernest, Pendamping Ahok di Sidang MK yang Pernah Bantu Tim Transisi Jokowi

Rian Ernest, Pendamping Ahok di Sidang MK yang Pernah Bantu Tim Transisi Jokowi

Bagus Prihantoro Nugroho - detikNews
Kamis, 01 Sep 2016 14:17 WIB
Rian Ernest, Pendamping Ahok di Sidang MK yang Pernah Bantu Tim Transisi Jokowi
Foto: Bagus Prihantoro/detikcom
Jakarta - Sosok Rian Ernest cukup menjadi sorotan setelah dirinya mendampingi Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dalam sidang di Mahkamah Konstitusi (MK). Rian bukanlah pegawai negeri sipil (PNS), tetapi dia hanya staf dari Ahok.

"Saya udah satu setengah tahun, jadi saya lulus kuliah dari hukum UI (tahun) 2009, habis itu saya kerja di law firm, firma hukumnya yang korporasi sekali jadi enggak nyentuh persidangan," tutur Rian saat berbincang dengn wartawan di pendopo Balai Kota DKI, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (1/9/2016).

Rian mengaku sengaja mendaftar jadi staf Ahok, dan dia dipanggil. Dia pun resign dari firma hukum yang mempekerjakannya.
Rian menceritakan 'pengalamannya' hingga menjadi staf Ahok. (Foto: Bagus/detikcom)


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bukan gaji yang jadi pertimbangan pria lulusan S1 Fakultas Hukum UI ini. Tetapi pemuda 29 tahun itu merasa tertantang untuk bekerja di pemerintahan.

Setelah bekerja di satu law firm, Rian sempat menjadi relawan Indonesia Mengajar selama setahun. Setelah itu barulah dia kembali bekerja di law firm, tapi tempat yang berbeda sebelum akhirnya jadi staf Ahok.

"Saya sempat di Indonesia mengajar setahun di NTT, Pulau Rote. Itu 2011 sampai 2012 setahun full saya mengajar di Pulau Rote, NTT, jadi guru SD guru kelas lima murid saya 28 anak dulu dari pagi sampai sore ngajar di sekolah full. Menarik toh?" ungkap Rian.

Lalu, apa alasan Rian akhirnya mau jadi staf Ahok di Balai Kota? "Gue agak aneh sih, gue sebenarnya pas kuliah tuh...oke...dulu pas SMP ke SMA mau jadi pastur, beneran. SMA ke kuliah mau ke Untara gagal semua, masuk hukum UI gue mau jadi jaksa dulu cuma pada saat mau jadi jaksa kayaknya penghasilan minim," jawab Rian.

"Jadi maksudnya hati gue pengennya buat publik, begitu ada kesempatan gini (jadi staf Ahok) gue tinggal. Bahkan awal-awal lebih kecil-lah (gajinya dibanding di law firm), cukup. Tapi tentu penurunan. Sekarang sih udah dinaikkan," lanjut Rian.

Rupanya Rian juga mengungkap tentang dirinya yang lain. Dia ternyata pernah bantu Rumah Transisi setelah Joko Widodo-Jusuf Kalla terpilih jadi Presiden dan Wakil Presiden tahun 2014.

"Kenal Anies Baswedan, tapi enggak personal. Ketemunya pas acara Indonesia Mengajar aja, tapi abis itu saya bantuin beliau di Tim Transisi, jadi kenalnya dari sisi kerjaan aja," kata Rian.

Mantan Mendikbud Anies Baswedan memang salah satu anggota Tim Transisi. Tetapi Rian mengaku hanya bantu-bantu Anies saja di Tim Transisi. (bpn/aan)


Berita Terkait