Menko Puan: 2019 Diharap 75 Persen Masyarakat Pakai Keuangan Digital

Menko Puan: 2019 Diharap 75 Persen Masyarakat Pakai Keuangan Digital

Jabbar Ramdhani - detikNews
Kamis, 01 Sep 2016 13:53 WIB
Menko Puan: 2019 Diharap 75 Persen Masyarakat Pakai Keuangan Digital
Foto: Jabbar Ramdani/detikcom
Jakarta - Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Puan Maharani bertemu dengan Utusan Khusus PBB untuk Inklusi Keuangan yaitu Ratu Maxima dari Belanda. Pada pertemuan itu Ratu Maxima, dikatakan Puan, memiliki perhatian terhadap pelayanan keuangan digital.

"Baru saja selesai bertemu dengan Yang Mulia Maxima dari Belanda. Bahwa beliau sangat concern dengan perkembangan layanan keuangan digital di Indonesia yang saat ini diharapkan bahwa sampai tahun 2019 akan ada 75 persen pengguna atau pemakai dari layanan keuangan digital yang ada di bank-bank Indonesia," ujar Puan di Kantor Menko PMK, Jl. Medan Merdeka Barat 3, Jakarta Pusat, Kamis (1/9/2016).



SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menambahkan bahwa dengan kondisi seperti itu, nantinya akan dilakukan transaksi nontunai untuk keperluan masyarakat. Tahun ini akan dilakukan edukasi kepada masyarakat agar pelayanan seperti bantuan sosial (bansos) dan perlindungan sosial dilakukan secara nontunai.

"Artinya semua nonbansos atau bansos itu dilakukan non-cash jadi melalui bank. Sehingga saat ini bagaimana kita melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat bahwa mulai tahun ini dan selanjutnya, pelayanan bansos atau perlindungan sosial itu akan dilakukan non-cash," kata Puan.

Proses edukasi yang dilakukan dimulai dengan menerapkannya pada beberapa program kesejahteraan masyarakat yang sudah ada. Contohnya adalah program keluarga harapan (PKH) di mana masyarakat yang akan menerima beras untuk keluarga sejahtera (rastra).

"Oleh karena itu sekarang ini 2016 pemerintah sudah akan membuat atau membangun, melayani penerima perlindungan sosial khususnya PKH melalui e-warung gotong royong. Di mana mereka bisa mengambil rastra, bisa mengambil uang untuk kartu Indonesia pintarnya atau melakukan pelayanan yang berkaitan dengan keluarga harapan di e-warung itu nanti mereka bisa mengambil beras namun semuanya dilakukan nontunai melalui kartu itu," terang Puan.

Puan mengaku, kerja sama dengan 4 bank pemerintah baru dilakukan. Ia mengatakan, setelah proses sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat selesai, kerja sama dengan bank lain akan dilakukan. Ia berharap para agen bank dapat jemput bola ke masyarakat.

"Tentu kita berharap agen-agen bank itu bisa datang langsung ke masyarakat tanpa masyarakat harus mencari-cari mereka jadi bagaimana layanan keuangan digital ini ke depannya diperlukan buat masyarakat karena perputaran akan lebih jelas," ucap Puan.

Terkait konsep e-warung, Puan berharap dapat meningkatkan produktivitas masyarakat. Sehingga masyarakat tidak hanya konsumtif. Sebab, perihal berkaitan usaha kecil menengah dapat dijual juga di e-warung. Konsep e-warung gotong royong memang dibuat bukan hanya untuk memberikan perlindungan sosial. Namun juga mendorong masyarakat agar bisa lebih mandiri demi kehidupan yang lebih baik.

Pertemuan dengan Ratu Maxima juga turut menyoroti perempuan Indonesia. Menurut Puan, perempuan harus menjadi sasaran utama edukasi karena perempuan punya peran yang utama.

"Bahwa beliau ingin perempuan di Indonesia menjadi sasaran untuk mengedukasi. Karena di tangan perempuan Indonesia inilah ada peran utama," tutur Puan. (erd/erd)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads