Warga Belawan Medan & Sibolga Panik Jauhi Perairan

Warga Belawan Medan & Sibolga Panik Jauhi Perairan

- detikNews
Selasa, 29 Mar 2005 02:27 WIB
Medan - Gempa 8,2 Skala Richter yang mengguncang Pulau Sumatera membuat warga Belawan Medan dan Sibolga panik. Mereka langsung menjauhi perairan karena khawatir akan ada tsunami.Belawan dan Sibolga memang merupakan kawasan pelabuhan dan pesisir pantai. Itu sebabnya warga tanpa berpikir panjang melarikan diri dan berusaha menuju ke dataran tinggi dengan menggunakan kendaraan bermotor maupun jalan kaki.Kepanikan dipicu oleh goncangan gempa kali ini dirasakan lebih kuat ketimbang yang terjadi pada 26 Desember 2004 yang akhirnya menimbulkan tsunami. Meski pada saat itu gempa yang terjadi berkekuatan 9 Skala Richter, namun pusat gempanya tidak dekat dengan Sumut.Namun pusat gempa kali ini memang dekat dengan Sibolga. Seperti dicatat situs www.earthquake.usgs.gov, terletak 205 kilometer sebelah barat laut Sibolga dan 245 kilometer sebelah barat daya Medan atau pada 2,093 Lintang Utara dan 970,16 Bujur Timur.Sepuluh menit pasca gempa yang terjadi pukul 23.09 WIB, Senin (28/3/2005) itu, lampu di sebagian kota Medan padam. Warga yang panik pun berhamburan keluar rumah. Hingga pukul 02.15 WIB, Selasa (29/3/2005), lampu berangsur-angsur hidup kembali, meski belum pulih semuanya seperti semula.Sementara lalu lintas di Kota Medan macet dan awut-awutan karena banyak yang melanggar traffic light. Sejumlah mobil patroli polisi berkeliling mendatangi sejumlah massa dan mencoba menenangkan warga yang mendapat kabar kalau air laut naik.Beberapa warga juga memantau kondisi air sungai yang berhubungan dengan air laut. Mereka mencermati apakah air laut naik melalui apakah ada perubahan pada ketinggian air sungai.Hingga kini belum ada laporan mengenai korban maupun kerusakan akibat gempa. Sementara warga masih bertahan di luar rumah karena merasa was-was jika berada di dalam rumah."Tadi saya lagi nonton film Dantes Peak di salah satu televisi swasta. Film itu mengisahkan gunung berapi yang meletus. Tiba-tiba bangku yang saya duduki bergoyang. Saya sempat heran, letusan gunung di televisi kok terasa. Eh, pas lihat lampu gantung bergoyang, saya tersadar kalau memang sedang terjadi gempa. Hingga sekarang saya masih di luar rumah," kata Romi Sihotang warga jalan Sisingamangaraja Medan.Sementara warga di Kompleks Menteng Indah kawasan Ampelas Medan berlarian ke masjid saat gempa terjadi. Hingga kini mereka masih bertahan di masjid. (sss/)


Berita Terkait