Padang Pantau Air Laut, SPBU Dijejali Kendaraan Bermotor

Padang Pantau Air Laut, SPBU Dijejali Kendaraan Bermotor

- detikNews
Selasa, 29 Mar 2005 01:42 WIB
Padang - Gempa yang menggoncang Padang membuat warga panik. SPBU dijejali kendaraan bermotor. Air laut pun dipantau karena khawatir gelombang tsunami akan datang.Ribuan warga berhamburan ke jalan-jalan begitu gempa berkekuatan 8,2 Skala Richter menghantam Pulau Sumatera pukul 23.09 WIB, Senin (28/3/2005). Sesaat setelah gempa, listrik sempat mati sekitar 10 menit, namun kemudian hidup lagi.Hingga pukul 01.35 WIB, Selasa (29/3/2005), hampir seluruh SPBU disesaki pengendara kendaraan bermotor. Antrean panjang terlihat hingga ke jalan-jalan raya.Para penghuni hotel yang dipantau detikcom juga berhamburan ke jalan-jalan. Seperti Hotel Bumi Minang dan Hotel Ina Muaro di jalan Bundo Kanduang Padang. Hal serupa terjadi di Hotel Pangeran Beach di jalan Juanda.Saat ini jalan-jalan menuju Bukit Tinggi dan Solok yang merupakan daerah ketinggian di Padang, Sumbar disesaki warga. Ada juga truk-truk yang membawa puluhan warga.Traffic light yang biasanya hanya menyala lampu kuning berkedip-kedip pada dinihari, kini aktif lampu merah dan hijau. Namun pengguna jalan tidak menggubrisnya. Walhasil lalu lintas menjadi kacau.Polisi banyak berpatroli baik di jalan raya meski tidak bisa berbuat banyak. Mereka juga berpatroli di kawasan pantai yang juga ramai didatangi warga yang ingin memantau kondisi air laut. Jika air laut surut setelah gempa, maka hampir dipastikan akan ada tsunami. Namun hingga kini belum ada laporan air laut surut.Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Kota Padang juga berpatroli di tepi pantai dan di jalan-jalan raya. Meski demikian belum ada laporan kerusakan serius maupun korban akibat gempa.Kepala BMG Padang Panjang Soemaso yang dihubungi detikcom menuturkan, pusat gempa terletak 93 km tenggara Sinabang NAD, dari Padang jaraknya sekitar 580 km."Belum dapat dipastikan mengenai akan adanya tsunami, namun warga diimbau untuk menjauhi kawasan pantai," kata Soemaso. (sss/)


Berita Terkait