Aplikasi berbasis Android ini menggabungkan ambulans, pemadam kebakaran, puskesmas, dan rumah sakit untuk penanganan gawat darurat.
Yoyok memimpin seremoni peluncuran aplikasi Si Slamet, Kamis (1/9/2016). Dia mengemudikan mobil 119, pemadam kebakaran, berkeliling kantor Pemkab Batang. Dia berharap warga dapat mengakses sarana-sarana tersebut secara cepat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: Robby Bernardi/detikcom |
"Sistemnya hampir sama dengan Go-Jek. Namun ini untuk layanan penanganan gawat darurat yang terpadu. Untuk mobil ambulans akan standby selama 24 jam di setiap puskesmas, sehingga saat dibutuhkan warga, langsung dapat menjangkau," jelas Yoyok.
Selain ambulans, Yoyok juga meluncurkan motor yang akan dikendarai tim medis. Kendaraan ini membawa perlengkapan medis guna penanganan pertolongan pertama.
"Ada daerah-daerah yang tidak terjangkau mobil dengan cepat. Untuk itu kita kerahkan sepeda motor yang membawa perlengkapan medis sebelum mobil ambulans datang," kata bupati yang masuk di bursa bacagub DKI ini.
Foto: Robby Bernardi/detikcom |
Menurut Yoyok, semua desa diupayakan akan dapat mengakses internet sehingga mudah untuk mengakses 119. "Hari ini kita mencoba gunakan IT untuk layanan masyarakat. Masuk ranah ke desa-desa, yang melibatkan kades-kades. Ambulans standby di setiap kecamatan, juga dengan motor. Seluruh desa harus ada sambungan internet," jelas mantan tentara berpangkat terakhir Mayor ini.
Di Kabupaten Batang sendiri terdapat 15 kecamatan. Setiap kecamatan akan disiapkan kendaraan yang bisa dipanggil via call center 119. (trw/trw)












































Foto: Robby Bernardi/detikcom
Foto: Robby Bernardi/detikcom