Kepala BIN Desak Pertemuan dengan TPF Munir Dipercepat
Senin, 28 Mar 2005 22:23 WIB
Jakarta - Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Syamsir Siregar mendesak agar pertemuan antara BIN dengan Tim Pencari Fakta (TPF) Munir dipercepat. Paling lambat pertemuan harus dilakukan dalam waktu minggu ini.Menurut dia, hal itu dilakukan agar isu keterkaitan BIN dengan kasus meninggalnya Munir tidak berkembang jauh.Demikian disampaikan Syamsir usai mengikuti rapat kabinet terbatas di Kantor Presiden jalan Medan Merdeka Utara Jakarta Pusat, Senin (28/3/2005) sore. Rapat dipimpin Wapres Jusuf Kalla."Cuma persesuaian harinya belum pas. Kita bisa, sana nggak bisa. Dia bisa, kita nggak bisa. Kita masih koordinasi sama mereka. Tinggal waktunya saja," ujarnya.Dia mengaku pihaknya belum mengetahui materi pertemuan antara TPF dengan BIN. Bahkan apa yang akan ditanyakan TPF kepada BIN juga belum diketahui. Tetapi dia mengaku siap dan menunggu kepastian pertemuan tersebut."Ya saya minta dipercepat supaya isu-isu ini jangan berkembang macam-macam," tukas Syamsir saat ditanyakan kepastian pertemuan dengan TPF yang sudah tertunda untuk kedua kalinya itu.Sejauh ini, lanjut dia, pihak BIN meminta agar semua pihak tidak asal menduga mengenai kaitan BIN dengan kasus meninggalnya Munir. Sebab hingga kini tidak ada bukti-bukti yang mengaitkan meninggalnya Munir dengan BIN.Bahkan menurutnya, pihak TPF pun belum memberikan bukti-bukti adanya keterlibatan BIN dengan meninggalnya Munir. Untuk itu pihaknya akan memberikan klarifikasi seputar dugaan keterlibatan BIN dengan meninggalnya Munir."Kok membersihkan? Apa memang sudah kotor? Kalau dugaan, itu kan belum bukti. Kok membersihkan? Memang kami sudah kotor? Apa kamu bisa membuktikan kita sudah punya salah?" tukas Syamsir dengan nada suara meninggi saat ditanya apakah pihaknya sudah mengupayakan pembersihan nama BIN terkait kasus Munir.
(sss/)











































