DPD Papua Ancam Tinggalkan Kongres PDIP
Senin, 28 Mar 2005 21:45 WIB
Bali - Setelah melakukan aksi walk out, DPD PDIP Papua mengancam akan meninggalkan kongres. Mereka menuntut satu utusan diberikan satu suara."Malam ini kami akan rapat dulu untuk menentukan langkah," kata Ketua DPD Papua Komaruddin Watubun kepada wartawan di luar ruang rapat di Ruang Agung Hotel Inna Grand Bali Beach, Sanur, Senin (28/3/2005).PDIP Papua melakukan walk out setelah protes atas pasal 7 ayat 2 Tatib Kongres II PDIP yang menyebutkan, hak suara setiap cabang partai dan DPD dalam kongres ditetapkan satu suara setiap utusan cabang dan DPD karena pengurus adalah kolektif, bukan perorangan, maka setiap utusan wajib memperjuangkan hasil konfercabsus."Sudah jelas seluruh konfercab memilih Bu Mega (Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri). Tapi kok semuanya seperti ketakutan. Kami semua mendukung Bu Mega. Padahal sudah jelas dalam pembahasan tadi, semua keberatan. Tapi kok piminan sidang main ketuk palu saja. Kami keberatan. Padahal ini sudah jelas melanggar pasal 21 ART dan ini adalah proses yang tidak benar," tukas Watubun.Utusan DPD Papua Jordanus Imoliana menegaskan, yang diminta adalah one man one vote. Sebab pihaknya bukan mewakili DPC, melainkan mewakili komunitas."Tapi mereka sudah curiga duluan. Yang kita persoalkan bukan ketua umum, karena soal itu sudah jelas, kami mendukung Bu Mega. Yang kami inginkan adalah bagaimana kita mengevaluasi dan membuat program lima tahun ke depan. Apa artinya ketua umum kalau ini saja tidak bisa," ujar Imoliana.DPD PDIP Papua terdiri dari 16 DPC dan 1 DPD, sehingga total utusan 69 orang. Mereka melakukan walk out saat mengikuti rapat paripurna pertama Kongres II PDIP yang sedang membahas agenda pengesahan tata tertib Kongres II PDIP. Bertindak sebagai pimpinan sidang sementara adalah Wasekjen PDIP Gunawan Wirosarojo.
(sss/)











































