Rapat PDIP Ricuh & Diwarnai Aksi WO, Imbauan Mega Tak Mempan

Rapat PDIP Ricuh & Diwarnai Aksi WO, Imbauan Mega Tak Mempan

- detikNews
Senin, 28 Mar 2005 21:25 WIB
Bali - Kericuhan mewarnai rapat paripurna pertama Kongres II PDIP. Aksi walk out (WO) dilakukan beberapa utusan dari Papua, Sulsel dan Sultra. Suara Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri yang mengimbau agar tertib pun tidak mempan.Suasana ricuh itu terjadi saat rapat memasuki pembahasan agenda kedua mengenai pengesahan tata tertib kongres II PDIP yang dimulai sekitar pukul 21.00 WITA di Ruang Agung Hotel Inna Grand Bali Beach, Sanur, Senin (28/3/2005). Meski berlangsung tertutup, namun jalannya rapat terdengar ke luar ruangan.Awalnya rapat berjalan lancar dan tertib. Pasal 1-6 Tatib Kongres II PDIP dibacakan dan langsung disetujui peserta. Namun suasana menjadi gaduh saat memasuki pembahasan pasal 7 pada Bab IV tentang hak dan kewajiban peserta.Pasal 7 ayat 1 menyebutkan, hak suara dalam kongres dimiliki utusan cabang partai dan utusan DPD partai. Pasal 7 ayat 2 menyebutkan, hak suara setiap cabang partai dan DPD dalam kongres ditetapkan 1 suara setiap utusan cabang dan DPD karena pengurus adalah kolektif, bukan perorangan, maka setiap utusan wajib memperjuangkan hasil konfercabsus.Hujan InterupsiPasal tersebut mengundang hujan interupsi dari peserta, antara lain dari Aceh, sebagian besar kabupaten di Sulsel dan Papua. yang dipersoalkan mulai dari kalimat "...karena pengurus adalah kolektif, bukan perorangan, maka setuiap utusan wajib memperjuangkan hasil konfercabsus. Intinya mereka meminta agar satu utusan diberikan satu suara."Kami tidak setuju satu cabang hanya memiliki satu suara, karena satu cabang terdiri empat utusan, jadi mestinya masing-masing utusan punya satu suara," ujar seorang peserta dari Sulsel dalam interupsinya.Lalu terdengar ada yang menimpali. "Kenapa cuma dikasih satu cabang satu suara, apa ada ketakutan dari pimpinan atau bagaimana." Selanjutnya suasana pun ricuh dan gaduh. Para peserta saling berteriak bersahut-sahutan dan saling menimpali.Imbauan Mega Tak MempanTiba-tiba terdengar suara Mega. "Saya minta perhatian. Sekarang dalam pembahasan Tatib saja semua sudah menggunakan hak suara untuk interupsi, tidak dengan cara yang benar. Bagaimana sidang bisa berhjalan dengan baik. Jadi saya mohon peserta dari timur, Maluku, Papua untuk menyampaikan interupsi dengan baik," seru Mega.Tapi rupanya suara Sang Ketua Umum PDIP itu tidak mempan. Peserta rapat tetap saling berteriak dan saling menimpali. Suasana tetap ricuh dan gaduh. Bahkan yang setuju dengan Tatib juga ikut bersahut-sahutan. "Yang suka mengacau keluar saja," teriak salah seorang peserta.Pimpinan sidang sementara Wasekjen PDIP Gunawan Wirosarojo menambah suasana semakin kacau. Dia langsung mengetokkan palu di tengah-tengah kericuhan dan langsung melanjutkan pembahasan dengan pasal 8 dan seterusnya.Sikap Gunawan itu pun langsung ditolak mentah-mentah oleh forum. "Ini kan prinsip. Pimpinan sidang jangan otoriter dan kita jangan dikebiri," teriak seorang peserta.Gunawan pun dengan cepat membalas. "Saya tidak otoriter," tukasnya. Lalu dengan santai dia melanjutkan pembahasan. "Pasal 9 bisa diterima," tanyanya kepada forum.Walhasil sikap Gunawan membuahkan kericuhan yang semakin gaduh. Seorang peserta kemudian mengusulkan agar sidang ditertibkan dulu oleh Mega karena situasi kacau balau dan tidak memungkinkan untuk mengambil keputusan. Namun ada juga yang menyeletuk soal kepemimpinan sidang. "Pimpinan sidang diganti saja," ujarnya.Aksi WOTiba-tiba Gunawan angkat bicara. "Papua tolong jangan tinggalkan ruang sidang. Harap duduk kembali," pintanya.Ternyata oh ternyata Papua melakukan aksi walk out. Tak berapa lama aksi itu diikuti sekitar 10 orang dari beberapa kabupaten Sulsel, juga utusan dari Sultra.Kepada wartawan di luar ruang rapat, DPD Papua mengaku memang melakukan aksi walk out. Sedangkan utusan dari Sulsel dan Sultra mengaku bukan melakukan walk out, melainkan hanya beristirahat hingga suasana dingin. Sementara hingga pukul 22.20 WITA, rapat masih tetap berlanjut. (sss/)


Berita Terkait