Pengumuman mengenai keberhasilan pemusnahan disampaikan oleh lembaga pelaksana Konvensi Senjata Kimia yakni Organisation for the Prohibition of Chemical Weapons/OPCW (Organisasi Pelarangan Senjata Kimia) yang bermarkas di Den Haag.
"Upaya internasional di bawah koordinasi OPCW telah mencapai tonggak penting dalam menjamin senjata kimia tidak jatuh ke tangan-tangan yang kurang tepat," ujar Dirjen OPCW Dubes A. Uzumcu melalui rilis yang diterima detikcom Den Haag, Rabu malam atau Kamis (1/9/2016) dinihari WIB.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemusnahan ini merupakan tahap awal dari operasi yang sedang berjalan untuk memusnahkan sisa-sisa program senjata kimia Libya yang kini sudah berhenti.
Dirjen OPCW mengapresiasi kerjasama yang berlangsung antar negara-negara yang berkontribusi dalam operasi ini antara lain Kanada, Denmark, Finlandia, Perancis, Jerman, Italia, Malta, Spanyol, Inggris dan Amerika Serikat.
Dikatakan bahwa mereka sejauh ini tanggap atas permintaan untuk bantuan personil, keahlian teknis, peralatan, sampai keuangan dan sumber daya lainnya. Terutama Denmark telah memberikan aset kelautan untuk mengangkut senjata-senjata kimia.
Dirjen OPCW juga menyatakan keyakinannya bahwa tujuan akhir dari pemusnahan senjata kimia Libya ini akan tercapai dengan selamat, aman dan tepat waktu. (es/dnu)











































