Pembangunan kedua waduk tersebut menurut Dedi selama ini telah mengorbankan kepentingan rakyat. Mulai dari rumah yang tergusur hingga hilangnya akses transportasi.
"Bayangkan selama hampir 50 tahun masyarakat di situ tidak teraliri listrik dan harus menggunakan perahu sebagai alat transportasi utamanya untuk menyeberang Jatiluhur," jelas Dedi, Rabu (31/8/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dedi menjelaskan, sebelum dia menjabat sebagai bupati, Pemkab Purwakarta hanya menganggarkan Rp 50 juta/bulan untuk jaringan listrik. Sementara jumlah rumah yang belum teraliri listrik mencapai 50 ribu unit.
"Bayangnkan kalau terus seperti itu. Jika rata-rata satu instalasi listrik biayanya Rp 1 juta berarti butuh waktu 100 tahun semua warga Purwakarta punya listrik," ucapnya.
Sementara untuk anggaran jalan, sebelum Dedi menjabat Pemkab Purwakarta hanya menganggarkan Rp 50 miliar. Namun sejak dia menjabat, terutama pada periode kedua, mulai tahun 2013 anggaran tersebut terus meningkat hingga mancapai Rp 400 miliar per tahun.
"Sebenarnya pembangunan jalan 67 KM itu berawal dari sejak saya menjabat tahun 2008. Saat itu saya lihat orang masih harus pakai tandu ke rumah sakit, naik perahu dua jam untuk lewat Jatilhur, dan dokter-dokter pada kabur karena tidak mau ditempatkan di situ," beber pria yang akrab disapa Kang Dedi itu.
"Tapi pada periode pertama saya tidak bisa memfokuskan anggaran pada satu alokasi, dan baru pada periode kedua anggaran itu bisa terfokuskan," tambah dia.
Lebih lanjut Dedi mengungkapkan, dengan keberadaan jalan tersebut pertumbuhan ekonomi berkembang dengan pesat. Selain itu jalan tersebut pun membuka peluang baru dengan terbukanya ruang bagi investasi bidang pariwisata.
Pada awal rencana pembangunan jalan 67 KM itu, Dedi sempat merasa terbantu karena Pemprov Jabar siap membantu secara finansial mengingat jalan tersebut imbas dari proyek besar. Namun hingga kini bantuan tersebut tak kunjung ada sehingga Pemkab Purwakarta secara bertahap bisa membangun menggunakan APBD sendiri.
Rencananya jalan yang menghubungkan Kabupaten Purwakarta dengan Kabupaten Karawang, Kabupaten Cianjur, dan Kabupaten Bogor itu akan selesai pada November 2016 ini. "Saya berharap Pak Jokowi bisa datang melihat dan meresmikan jalan ini," pungkas Dedi. (elz/elz)











































