"AR sebagai germo tidak sendiri, ada yang lain, mereka bekerja saling mengisi," kata Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Brigjen Agung Setya di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Rabu (31/8/2016).
"Iya ada jaringan sindikatnya. Kalau enggak ada anak yang spesifikasinya (sesuai yang) diminta oleh pelanggan, maka dia kontak germo lain," sambungnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tim yang menyamar dengan berpura menjadi pelanggan itu akhirnya berhasil menciduk AR, Selasa (31/8/2016) kemarin. Selain AR, ada tujuh anak dan satu orang dewasa yang juga diamankan
Untuk itu, Agung menuturkan, pihaknya akan terus memantau jejaring sosial seperti facebook dan twitter setiap hari.
"Kita lakukan cyber patrol setiap hari," urainya. (idh/dnu)











































