Sosok Istri Bung Tomo yang Sederhana di Mata Sang Anak dan Gubernur Jatim

Sosok Istri Bung Tomo yang Sederhana di Mata Sang Anak dan Gubernur Jatim

Rois Jajeli - detikNews
Rabu, 31 Agu 2016 21:23 WIB
Foto: Rumah Duka Sulistina Utomo/Arief Ikhsanudin
Surabaya - Istri Pahlawan Nasional Bung Tomo, Sulistina Sutomo berpesan kepada anaknya untuk dimakamkan di samping makam sang suami di TPU Ngagel, Surabaya. Sebelum meninggal, peraih jasa Bintang Veteran itu berwasiat ingin dimakamkan secara sederhana.

"Saat bapak meninggal, amanahnya ingin dimakamkan di tengah rakyat," kata Bambang Sulistomo, putra almarhumah Sulistina Sutomo di TPU Ngagel, Rabu (31/8/2016).

"Ibu juga demikian. Pesannya nek aku wes mati, aku kuburen sebelahe bapak. (Kalau aku meninggal dunia, aku makamkan di samping bapak)," lanjutnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bambang menceritakan, bapaknya (Bung Tomo) dalam keadaan susah, prihatin, senang, selalu didampingi sang istri. Sulistina disebutnya tak pernah mengeluh.

"Bapak susah, tidak bisa membeli seragam anaknya, seragamnya dijahit sendiri," ujar dia.

"Nggak punya penghasilan, bapak berternak telur. Tapi ibu nggak pernah mengeluh," tambah Bambang.

Meski meraih jasa Bintang Veteran dan istri Pahlawan Nasional, Sulistina tetap tidak mau ada pemakaman dengan penghormatan militer (tembakan salvo). Ia dimakamkan selayaknya masyarakat biasa walau banyak pejabat hadir.

"Ibu pesan ingin sederhana saja," ucapnya.

Salah satu pejabat yang hadir di pemakaman Sulistina adalah Gubernur Jawa Timur Soekarwo. Saat memberikan sambutan mewakili pemerintahan dan rakyat Jawa Timur, Soekarwo mengatakan almarhumah adalah sosok yang dapat menjadi suritauladan bagi warga Indonesia khususnya generasi muda.

"Kami masyarakat Surabaya, Jawa Timur dan Indonesia ikut bela sungkawa dan kehilangan ibu, nenek, buyut yang dapat menjadi contoh," ungkap Soekarwo.

"Tadi disampaikan mas Bambang, selain istri, Hj Sulitina adalah pejuang. Beliau tanpa pamrih ikut berjuang. Karena itu perlu menjadi pengilon (contoh) untuk ibu dan remaja," imbuhnya.

Soekarwo menambahkan, Sulistina adalah pejuang wanita yang tak mengenal lelah. Perempuan yang meninggal di usia 91 tahun itu juga dikenal sebagai sosok tanpa pamrih, wanita yang ikut mengangkat harga diri Surabaya, Jawa Timur dan Indonesia di mata dunia.

"Kami tidak bisa membalas Nyonya Bung Tomo sebagaimana yang telah disuguhkan untuk kita. Kami berdoa semoga amal ibadah dan arwah almarhuma diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa," sebut Soekarwo.

"Sekali lagi, perjuangannya menjadi pengilon kita semua," tandas dia. (elz/elz)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ajang penghargaan persembahan detikcom dengan Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI) untuk menjaring jaksa-jaksa tangguh dan berprestasi di seluruh Indonesia.
Hide Ads