Menteri Basuki Targetkan Pembebasan Lahan Tol Trans Jawa Selesai Desember Ini

Menteri Basuki Targetkan Pembebasan Lahan Tol Trans Jawa Selesai Desember Ini

Jabbar Ramdhani - detikNews
Rabu, 31 Agu 2016 17:19 WIB
Menteri Basuki Targetkan Pembebasan Lahan Tol Trans Jawa Selesai Desember Ini
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono (Foto: Ari Saputra/detikFoto)
Temanggung - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono akan melanjutkan pembangunan Tol Trans Jawa. Tapi pembangunan belum dapat cepat dijalankan karena masih terkendala pembebasan lahan.

Basuki menargetkan pada Desember 2016 masalah pembebasan lahan selesai. Dia telah memerintahkan itu kepada Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional VII Achmad Hery Marzuki.

"Targetnya Desember ini akan saya selesaikan. Ini ada kepala balai Jawa Tengah. Waktu saya lantik, saya bilang, 'kamu harus target, Desember selesai'," kata Basuki usai peresmian Jembatan Sigandul di Temanggung, Jawa Tengah, Rabu (31/8/2016).

Di tempat yang sama, Hery menjelaskan bahwa proses pembebasan lahan berjalan lancar. Selama ini, jika proses musyawarah selesai dan warga sudah bersedia menyerahkan lahan, maka langsung dibayarkan.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono diwawancarai di lokasi (Jabbar/detikcom)

"Semua berjalan dengan lancar. Jadi waktu itu kan perubahan dari peraturan lama ke peraturan baru. Sekarang sudah berjalan progress-nya, secara total 80 persen lebih. Seperti yang ditargetkan Pak Menteri, insya Allah 100 persen sampai Semarang," kata Hery.

Lantas Menteri Basuki mengatakan bahwa Tol Trans Jawa direncanakan sudah menyambung di 2018. Saat ini fokus utamanya memang penyelesaian pembebasan lahan.

"Jadi target Trans Jawa ini 2018, menyambung. Jadi saya harus percepat pembebasan lahan itu. Kalau Semarang-Solo-Surabaya sudah safe ya. Yang agak riskan itu Batang-Semarang. Beliau ini (Hery), sebelum jadi kepala balai, merupakan subdit pembebasan lahan. Jadi saya kira saya percaya pada beliau. Begitu bebas lahan, proses akan cepat," tutur Basuki.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, ikut mengamini pernyataan keduanya. Katanya, proses pembebasan lahan sebetulnya sudah ada masyarakat yang siap menyerahkan lahan sejak 2008.

"Beres. Ini saya baru SMS-an. Yang di Batang itu sudah mau dibebaskan. Bahkan sejak 2008 mereka mau menyerahkan. Tapi selama proses itu kan enggak beres-beres. (Padahal) Orangnya mau kok. Sekarang malah, 'bayar kami, please. Cepet-cepet dong'," ujar Ganjar di lokasi yang sama.

Ganjar mengakui, pada masa sebelumnya proses pembebasan lahan memang lambat. Namun, untuk saat ini kebijakan dan pendanaan untuk itu sudah siap. Ia mengaku juga sudah bertemu para stakeholder terkait pembangunan tol.

"Intinya sih mendukung semua. Cuma kita akui, dulu prosesnya memang agak lambat. Apakah proses persiapan, perencanaan kita tidak tahu (penyebabnya). Apakah tapi begitu kita sepakat mempercepat, Pak Menteri PUPR ambil alih, kita bantu percepatannya. Alhamdulillah bagus," ujar Ganjar.

"Saya senang, perubahannya baru, kebijakannya baru, duitnya sekarang ada. Maka sekarang cepet-cepetan bayar. Jadi untuk masyarakat enggak usah khawatir. Yang sudah siap dibayar, ngacung! Tak bayarin!" tambahnya. (hri/hri)


Berita Terkait