SK Pendeta Silalahi Berakhir Maret

Ribut Pistol Saat Paskah

SK Pendeta Silalahi Berakhir Maret

- detikNews
Senin, 28 Mar 2005 18:06 WIB
Pekanbaru - SK Pendeta Maruli Tua Silalahi yang selama ini memimpin kebaktian di Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKPB) Immanuel Pekanbaru sudah habis sejak 16 Maret 2005 . Mestinya, selaku pendeta, dia harus tunduk dengan keputusan tertinggi HKBP Pusat di Tarutung, Sumatera Utara.Demikian keterangan Pendeta Marudur Tua Hasiholan Tampubolon, Preses HKPB Distrik 22 pemimpin gereja tertinggi di Pekanbaru yang membawahi geraja HBKP Immanuel kepada detikcom, Senin (28/3/2005).Menurutnya, pendeta MT Silalahi telah dipindahtugaskan ke Gereja Resort Simpang Penara, Lubuk Pakam, Sumatera Utara. Dia dimutasi dengan SK bernomor 112/PDT/SK/03/2005 tertanggal 16 Maret 2005 yang ditandatangani pemimpim HKPB tertinggi di Indonesia, Ephaurus Dr Bonar Napitupul. Sebagai penggantinya, pihak HKPB Pusat telah menetapkan pendeta AA Pasaribu untuk memimpin jemaat di Gereja HKBP Immanuel, di Jl Garuda Pekanbaru."Menurut prosedur dan ketentuan di HKBP, sebenarnya Pendeta MT Silalahi tidak lagi boleh memimpin kebaktian dan tidak punya hak lagi di Gereja HKPB Immanuel Pekanbaru. Tapi, anehnya dia tetap saja memimpin jemaat. Inilah awal keributan yang terjadi di tubuh para jemaat HKBP Immanuel Pekanbaru," kata MTH Tampubolon yang menghubungi detikcom per telepon, Senin (28/3/2005) di Pekanbaru.Menurutnya, agar sesama jemaat tidak terjadi keributan, mestinya pendeta MT Silalahi mentaati keputusan tertinggi dari HKPB Pusat. Bagaiman pun, semua jemaat HKBP di Indonesia ini tetap mematuhi keputusan tertinggi tersebut.Seperti diberitakan, ketika sedang mengadakan kebaktian Paskah pada Jumat lalu, terjadi keributan di HKPB Immanuel. Gara-gara keributan itu, anggota DPRD Riau AA Purba sempat "memamerkan" pistolnya sehingga masalah itu pun dibawa ke polisi. Menurut Purba, keributan di HKPB Immanuel terjadi karena Pendeta MT Silalahi yang sudah dipindahtugaskan berada di gereja itu."Kalau sejak awal Pendeta MT Silalahi bisa memahami keputusan tersebut, mungkin tidak ada keributan di Gereja HKBP Immanuel Pekanbaru. Secara kerohanian saya malu melihat peristiwa ini. Sebab, jemaat kini terkotak-kotak hanya karena Pendeta MT Silalahi yang enggan mundur dari jabatannya," kata Tampubolon, pendeta tertinggi HKPB di Pekanbaru itu.Dua Bulan LaluTampubolon menyatakan, keributan intren di tubuh jemaat HKPB Immanuel Pekanbaru itu sebenarnya sudah terasa sejak dua bulan lalu. Tapi selama ini keributan itu selalu diredam sesama jemaat."Sejak awal kita sudah peringatkan Pendeta MT Silalahi agar tidak terjadi keributan sesama jemaat, lebih baik memantuhi keputusan tertinggi di HKPB. Tapi tetap saya tidak pernah dipatuhi," katanya.Selaku pemimpin tertinggi di Pekanbaru, Pendeta MTH Tampubolon dalam waktu dekat akan membawa persoalan ini ke pemimpin tertinggi HKPB di Sumut. "Ya kita akan laporkan sikap pendeta MT Silalahi yang tidak patuh akan keputusan tersebut," katanya.Dia berharap, dalam kasus ini jemaat HKBP Immanuel Pekanbaru tidak terprovokasi berbagai hasutan dari pihak luar. Dia juga beranggapan, kasus yang terjadi pada hari Paskah lalu, sengaja dibesar-besarkan oleh pihak yang pro terhadap Pendeta MT Silalahi."Bagi saya keributan saat Paskah lalu, bukanlah persoalan utama. Itu hanya imbas dari inti persoalan dimana pendeta MT Silalahi yang tidak patuh akan keputusan tertinggi dari HKBP Pusat. Jadi saya beharap kepada semua jemaat agar memandang kasus ini secara jernih," demikian Pendeta Tampubolon. (nrl/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads