detikNews
Rabu 31 Agustus 2016, 09:12 WIB

Efek Ganjil Genap, Penumpang Bus TransJ Bertambah Tapi Armada Bus Tidak

Noval Dhwinuari Antony - detikNews
Efek Ganjil Genap, Penumpang Bus TransJ Bertambah Tapi Armada Bus Tidak Foto: Hasan Alhabshy
Jakarta - Dengan diberlakukannnya pembatasan ganjil genap, banyak pengendara beralih ke angkutan transportasi publik seperti bus Trans Jakarta. Namun, hal itu ternyata belum diimbangi dengan jumlah armada bus yang mengangkut penumpang.

Pantauan detikcom, Rabu (31/8/2016) di Halte Kuningan Barat, Mampang Prapatan, tampak kepadatan penumpang di Halte itu. Tak sedikit pengguna bus TransJakarta merupakan pengguna baru yang beralih dari kendaraan pribadi karena berlakunya pembatasan kendaraan ganjil genap.

"Saya biasanya pakai mobil kalau ke Benhil. Tapi karena hari ini ganjil genap makanya saya naik busway," ucap Adamri, di Halte Kuningan Barat, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Rabu (31/8/2016).

Hal berbeda justru diungkapkan para pengguna rutin bus Transjakarta bernama Aksan, menurutnya dengan bertambahnya penumpang dari ganjil genap membuat bus jadi terasa penuh sesak.

"Ya jadi sedikit tidak nyaman, khususnya saat jam-jam sibuk. Rasanya bus TransJakarta yang bisa menampunng 60 atau 70 orang penumpang jadi sesak dan penuh berdesak-desakan," ujar Aksan, yang berpendapat bila memang diberlakukan sistem ganjil genap, seharusnya jumlah armada bus juga bertambah.

Hal senada juga disampaikan oleh Widya, menurutnya setelah pemberlakuan ganjil genap jumlah pengguna bus TransJakarta jadi bertambah. "Setelah ganjil genap berlaku jadi makin terasa jumlah penumpang yang naik bus. Tapi alhamdulilahnya busnya masih nyaman kalau dulu mungkin mikir-mikir juga mau naiknya," tambah Widya.

Diberitakan seblumnya, Kepala Dinas Perhubungan DKI Andri Yansah mengaku akan menyiapkan 200 bus yang akan dioperasikan di titik-titik padat penumpang. Beberapa rekomendasi hasil evaluasi uji coba sistem ganjil genap memang dirumuskan.

"Masih ada 200 bus yang kita siapkan untuk melayani lonjakan penumpang. 200 bus akan kita operasikan di koridor-koridor yang demand (permintaan)-nya bertambah, maka kita akan tambah busnya," kata Andri di Balai Kota, Selasa kemarin.

Dia menyebut bus-bus baru itu bisa disebar di koridor-koridor yang ramai, seperti Koridor I, (Blok M-Kota) atau Koridor VI (Dukuh Atas-Ragunan). Pemprov DKI menunggu evaluasi permintaan penggunaan bus sebelum mengoperasikan bus-bus itu, karena pihak Pemprov DKI tidak ingin anggaran Public Service Obligation (PSO) terbuang sia-sia membiayai bus yang tidak diisi penumpang.

"Karena bus-bus itu kita bayar pakai PSO, sayang kalau kosong, inefisiensi," kata Andri.




(adf/rvk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com