SBY: RI Tak Ingin Jadi Agresor
Senin, 28 Mar 2005 16:56 WIB
Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menegaskan pemerintah RI tidak berkeinginan menjadi negara agresor dan tidak akan membiarkan wilayahnya dicaplok negara lain terkait masalah perbatasan.Demikian pidato Presiden SBY yang dibacakan Wapres Jusuf Kalla di Rakernas Badan Tata Ruang Nasional di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Senin (28/3/2005)."Kita memang tidak pernah berkeinginan sebagai negara agresor. Tetapi, kita juga tidak akan pernah membiarkan wilayah kita dicaplok oleh negara lain sebelum atau setelah selesai masalah titik perbatasan dengan negara tetangga itu," kata Kalla mengutip pidato SBY.Menurut dia, kasus sengketa blok Ambalat antara RI dengan Malaysia adalah contoh yang nyata di samping masalah perbatasan dengan tempat lain."Memang masalah perbatasan harus segera kita selesaikan agar kita mengetahui dengan pasti wilayah kedaulatan negara kita yang wajib kita bela dan pertahankan," tandasnya.Dikatakan dia, RI memiliki wilayah perbatasan darat dengan negara Malaysia, Brunai, Papua Niugini (PNG) dan Timor Leste dan perbatasan laut dengan Australia, Filipina, Vietnam dan India."Sebelum itu, wilayah Sipadan dan Ligitan juga tidak jelas siapa pemiliknya. Apa kita, Malaysia karena titik perbatasan kita dengan Malaysia belum pernah disepakati," ujar dia."Mahkamah Internasional di Den Hag akhirnya memutuskan kedua pulau itu milik Malaysia. Berdasarkan dalil bahwa Malaysia melakukan penguatan efektif antara kedua pulau tersebut selama bertahun-tahun," imbuhnya.
(aan/)











































