detikNews
Selasa 30 Agustus 2016, 21:42 WIB

Bus TransJabodetabek Penuh Sesak, Penumpang: Pagi Nelangsa, Pulang Sengsara

Nathania Riris Michico - detikNews
Bus TransJabodetabek Penuh Sesak, Penumpang: Pagi Nelangsa, Pulang Sengsara Kepadatan di halte busway (Foto: Nathania Riris Michico/detikcom)
Jakarta - Berlakunya aturan ganjil genap berimbas pada volume penumpang Transjabodetabek yang kian membludak. Bagi para pengguna bus yang pulang menuju luar Jakarta, aturan ini seakan menjadi cobaan 'ekstra' yang harus dihadapi mulai malam ini.

"Gimana ya, rasanya tuh pagi nelangsa pulang sengsaralah, tiap pagi kena macet keluar Halim, tiap malam kena macet dari Semanggi sampai Cawang, nah ada aturan baru makin menjadi-jadi dong," kata penumpang Transjabodetabek jurusan Grogol-Bekasi Timur, Maria (21) saat berada di dalam bus, Selasa (30/08/2016).

Maria yang adalah mahasiswi tingkat akhir Universitas Atmajaya tersebut memang pelanggan setia TransJabodetabek sejak APTB dihapuskan.

Perjalanan yang terbilang 'aman' menuju kampusnya hanya dengan menaiki bus TransJabodetabek jurusan Bekasi Timur-Grogol dan turun di halte transit Semanggi itu terasa sangat berat karena penumpang dari Bekasi memang tergolong banyak dan membuatnya harus berdiri di bus setiap pagi saat ke kampus. Bagi Maria, aturan ganjil-genap hanya menambah kepadatan penumpang saja.

"Saya sih ngerasa rugi, kalau TransJabodetabek udah ada 100 bus nah baru saya enggak pakai mikir deh tapi kalau begini ya orang yang emang enggak punya mobil dan harus naik bus kan kasian," cetus Maria.

Senada dengan Maria, Banu (33) salah satu penumpang TransJabodetabek juga merasakan hal yang sama. Diberlakukannya aturan ganjil-genap tidak dibarengi kesiapan moda transportasi umum di Jakarta.

Kepadatan di halte busway (Foto: Nathania Riris Michico/detikcom)


"Yang ke Jakarta kan bukan cuma orang Jakarta, kalau seribu orang stop bawa mobil ya masa angkutannya segitu-gitu aja, ditambahlah, yang dari luar Jakarta apalagi, kan isinya Jakarta dari mana-mana," kata Banu yang bekerja sebagai salah satu petugas keamanan di kawasan Petamburan.

Banu yang juga berdesakan sejak masuk ke dalam bus tersebut mengaku pasrah akan 'cobaan' tambahan di jam pulang kerja itu.

"Anggap aja cobaan tambahan sebelum ketemu anak istri, kan katanya demi Jakarta nyaman, kita bukan warga Jakarta nurut ajalah," kata Banu mengakhiri pembicaraan.

Kepadatan di halte busway (Foto: Nathania Riris Michico/detikcom)

(dhn/dhn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com