"Jadi kunjungan ratu Maxima ke Indonesia, adalah memakai topi dalam konteks beliau sebagai spesial advokat. Sebagai spesial advokat Sekjen PBB untuk isu Financial Inclusion," kata Retno usai menerima Ratu Maxima di Kemenlu, Jalan Pejambon, Jakarta Pusat, Selasa (30/8/2016).
Retno menjelaskan kedatangan Ratu Maxima karena Indonesia punya kontribusi besar dalam mempromosikan isu Financial Inclusion. Indonesia tergabung dalam Group of Friends on Financial Inclusion.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi pemerintah mempunyai keberpihakan sangat tinggi di dalam penerapan atau kebijakan terkait KUR. Presiden beberapa kali ingin menekan bunga yang diberikan dalam konteks kredit usaha rakyat," imbuhnya.
Kedua, lanjut Retno, kampanye untuk menabung. Dari kampanye yang digagas sejak 2010 ini, Retno mengkalim banyak masyarakat yang melek untuk mulai menabung dan membuka akun bank.
"Sudah meng-create sekitar 2 juta akun baru dari orang-orang yang berpenghasilan rendah. Dan angka tabungan mereka mencapai USD 200 juta," ungkap Retno.
"Di satu pihak Indonesia terus meningkatkan keberpihakan pada isu financial inclusion, di pihak lain Indonesia menjadi satu contoh dari negara berkembang yang sangat mengembangkan isu ini," tutupnya. (dhn/dhn)











































