Namun hingga 13 hari sejak klaim Ahok tersebut, tak sepatah kata pun keluar dari mulut Megawati untuk membenarkan atau membantah. Padahal sejumlah juru warta maupun politisi berulang kali mencoba klarifikasi ke Mega.
Toh, salah satu putri kinasih Bung Karno yang biasa disapa Ega itu tetap memilih diam. Selasa (30/8/2016) sore tadi di hadapan 50 calon kepala daerah PDIP di Depok, Jawa Barat, Megawati mengungkapkan alasannya selalu diam ketika ditanya soal Ahok.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketimbang hanya membahas soal Ahok, menurut Mega, semestinya ada yang mengingatkan kepada calon kepala daerah agar setelah terpilih tidak mencari uang untuk kantongnya sendiri.
"Makanya nanti awas loh ya kalau ada pikiran di bupati, wali kota dipikirannya hanya mencari duit untuk kantong sendiri. Nah mustinya seperti ini yang ditulis (bukan hanya Ahok)," tambah Mega.
Saat menyampaikan pidato, Megawati mengatakan bahwa para calon kepala daerah yang sedang sekolah di Sekolah Partai PDI Perjuangan harus kuat iman. Kuat iman saat nantinya menjadi kepala daerah.
"Jangan dipikir jadi pemimpin itu enak. Pikirannya kalau jadi pemimpin itu harus mencari uang. Ingin jadi raja kecil di daerah-daerahnya. Akhirnya lupa dari keinginan yang dipersembahkan oleh rakyat. Karena kemilaunya kedudukan. Itu yang saya perhatikan. Kalian harus kuat iman," lanjut Mega.
(yds/erd)











































