Pengamat: Mega Bakal Menang, Tapi PDIP Bakal Keok
Senin, 28 Mar 2005 16:31 WIB
Jakarta - Megawati dinilai memiliki peluang yang sangat besar untuk kembali memimpin PDIP lima tahun ke depan. Namun jika itu terjadi, PDIP dipastikan akan mengalami kemunduran yang signifikan pada pemilu berikutnya.Penilaian itu disampaikan pengamat politik LIPI Syamsuddin Haris kepada wartawan usai diskusi di gedung Jakarta Media Center (JMC), Jl. Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (28/3/2005)."Saya lihat Ibu Megawati cukup mulus untuk kembali menjadi ketua umum PDIP. Di satu sisi Mega adalah tokoh nasional yang juga anak Bung Karno, sedangkan di sisi lain kegagalan-kegagalan PDIP oleh Mega tidak dilihat. Inilah dilema di tubuh PDIP," kata Syamsuddin.Jika Mega akhirnya menang, kata Syamsuddin, justru akan merugikan PDIP sendiri. "Tentu itu suatu kemunduran bagi PDIP. Sebab Pemilu 2009 akan sulit untuk bersaing jika masih dipimpin Mega," ujarnya.Ketika ditanya apakah dengan mundurnya calon-calon ketum PDIP lain dalam Kongres II PDIP yang dimulai hari ini di Bali akan memuluskan langkah Mega, Syamsuddin mengatakan hal itu tidak ada kaitannya."Mundurnya Sophan Sophiaan dan Arifin Panigoro lebih disebabkan karena mereka menyadari kenyataan politik, bahwa dukungan terhadap Gerakan Pembaruan (GP) lebih kecil dibanding dukungan untuk Mega," jelas dia.Gerakan Pembaruan Harus Buat Partai BaruLebih lanjut ia mengatakan, majunya Guruh Soekarnoputra sebagai calon dari GP hanya untuk meramaikan saja. Syamsuddin justru menyarankan GP untuk memisahkan diri dan membentuk partai baru di luar PDIP."Itu lebih baik (buat partai baru), jika Sukawaluyo dan Sophan Sophiaan cs kecewa dengan hasil Kongres PDIP di Bali. Karena buat apa bertahan di partai (PDIP) yang tidak sehat," demikian Syamsuddin Haris.
(fab/)











































