Elektabilitas Ahok 46,8%, PKB: Belum Aman!

Panasnya Pilgub DKI

Elektabilitas Ahok 46,8%, PKB: Belum Aman!

Nathania Riris Michico - detikNews
Selasa, 30 Agu 2016 14:02 WIB
Elektabilitas Ahok 46,8%, PKB: Belum Aman!
Foto: Nathania Riris Michico/detikcom
Jakarta - Ahok kembali unggul dalam hasil survei elektabilitas cagub DKI dengan presentase 46,8% yang dilakukan oleh Populi Center. Namun Wakil Sekretaris Jenderal DPP PKB Daniel Johan memastikan bahwa meski tetap di posisi pertama, tidak ada satu pun dalam internal partainya yang memilih Ahok.

"DPW memilih Sandiaga berdasarkan sosialisasi dan komunikasi dari survei internal sampai ke ranting partai dan tidak ada yang memilih Pak Ahok, itu fakta, hampir setiap survei menolak Pak Ahok, makin ke depan bukan makin mengecil tapi meluas meskipun di survei Pak Ahok jadi mayoritas," kata Daniel Johan saat menghadiri Rilis Survei DKI Agustus 2016 bertajuk "Elit Dan Pemilih Terbelah? Peta Pilgub Jakarta Yang Makin Mengerucut" di Populi Center, Komplek Perumahan Bank Mandiri Slipi Jaya, Jl Letjen S. Parman Kav.4, Jakarta Barat, Selasa (30/08/2016).

Dalam survei tersebut disebutkan bahwa saat diberikan pertanyaan terbuka mengenai siapa tokoh yang paling layak dipilih menjadi Gubernur DKI Jakarta apabila Pemilukada dilakukan hari ini, responden yang memilih Ahok sebesar 46,8% dengan diikuti Tri Rismaharini dengan presentase 16,5%.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Daniel Johan mengatakan bahwa meurujuk pada survei elektabilitas tersebut, sejauh ini posisi Ahok konsisten menurun meskipun tidak anjlok sedangkan para pesaingnya yang lain konsisten menanjak. Menurutnya, hasil survei elektabilitas Ahok yang mencapai 46,8% belum merupakan angka yang aman untuk seorang incumbent.

"Itu belum angka yang aman, tapi dia juga masih memiliki ruang sangat besar untuk melakukan program-program dari anggaran negara jadi tidak heran angkanya pasti tinggi," kata Daniel Johan.

Dia mengatakan selain hasil survei, fakta bahwa yang tidak ingin Ahok maju makin meluas juga menjadi salah satu pertimbangan di DPP nantinya.

"Komunikasi politik di koalisi kekeluargaan juga menjadi pertimbangan karena PKB ingin memberikan alternatif bagi masyarakat DKI, khususnya bagi yang tidak mau Ahok maju di pilgub DKI," tegas Daniel Johan. (van/trw)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads