Anggota DPRD Bantah Acungkan Pistol Saat Kebaktian Paskah
Senin, 28 Mar 2005 16:26 WIB
Pekanbaru -
Saat peringatan hari Paskah akhir pekan lalu, terjadi keributan sesama jemaat di Geraja Huria Kristen Batak Protesta (HKBP) Immanuel Resort II Pekanbaru. Seorang jemaat dituding mengacungkan pistol di dalam gereja tersebut. Namun dengan tegas, AB Purba, yang disebut-sebut memicu keributan itu membatahnya. "Saya tidak pernah mengacungkan pistol," katanya. Berikut wawacara detikcom, Senin (28/3/2005) dengan anggota DPRD Riau dari Fraksi PDI Perjuangan itu di Aryaduta Hotel Jl Diponegoro, Pekanbaru. Anda dituding mengacungkan pistol hari Paskah?Di sinilah perlu saya luruskan persoalan yang sebenarnya. Di saat hari Paskah itu, saya sudah keluar dari ruangan gereja setelah melakukan kebaktian. Saya sudah di mobil dan menunggu istri dan mertua. Tapi, setelah saya tunggu lebih dari 15 menit, istri dan mertua saya belum juga datang. Saya keluar dari mobil dan saya melihat ada keributan jemaat di dalam geraja.Sebagian jemaat protes atas kedatangan Pendeta MT Silalahi yang sebenarnya tidak sudah dipindahtugaskan ke Sumatera Utara. Melihat keributan di dalam geraja, saya mencoba untuk menengahinya.Agar tidak terjadi keributan, saya meminta Pendeta MT Silalahi untuk meninggalkan ruangan itu. Tapi, malah saya dikerumuni sejumlah preman yang dibawa pendeta tersebut. Melihat itu, untuk menjaga diri lantas saya mengambil pistol dari tas dan saya masukkan ke saku celana sebelah kanan. Dan pistol itu sama sekali tidak saya acungkan. Saya juga tahu aturan kok. Jadi tidak benar jika saya dituding mengacungkan pistol saat kebaktian.Setahu Anda, apa sebenarnya yang memicu keributan itu?Begini masalahnya. Dua bulan silam, Pendeta MT Silalahi telah dipindahtugaskan ke Sumatera Utara. Dia digantikan endeta AA Pasaribu. Tapi kendati sudah dipindahkan, MT Silalahi tetap saja ngotot untuk memimpin di gereja kami. Dua bulan lalu, sebagian jemaat juga telah melaporkan pendeta MT Silalahi ke Poltabes Pekanbaru dengan tuduhan membuat keributan di tubuh Gereja HKBP Immanuel.Lantas?Pendeta MT Silalahi sudah pernah dimintai keterangan oleh pihak kepolisian. Waktu itu malah dia mau ditahan. Tapi, waktu itu saya justru meminta pihak kepolisian agar dia jangan ditahan. Bagaimana pun kita menghargainya sebagai pendeta.Saya sudah peringatkan sejak awal ketika dia dipindahtugaskan. Agar dia jangan lagi datang ke gereja itu, karena akan membuat keributan di antara jemaat. Malah, karena saya melarang pihak polisi untuk menahan MT Silalahi, saya sempat dituduh jemaat lain yang pro kepadanya. Padahal, saya ini netral saja. Tapi sekarang malah saya dituding membuat keributan itu.Apa selama ini MT Silalahi tetap masuk ke gereja memimpin kebaktian?Kalau tidak salah, sejak pertengahan Januari 2005 lalu hingga sebelum hari Paskah, dia tidak pernah datang lagi ke gereja. Namun dia tetap di Pekanbaru. Dia datang dan memimpin kembali saat hari Paskah lalu. Inilah yang membuat keributan kembali sesama kami. Padahal semestinya dia sudah pindah dan tidak perlu lagi memimpin kebaktian di gereja kami.Anda sudah diminta keterangan oleh pihak kepolisian?Saya sudah jelaskan ke pihak kepolisian tentang duduk persoalan yang sebenarnya. Dengan itikad baik, saya melapor ke pihak kepolisian. Dan untuk selanjutnya pistol saya diamankan polisi.Saya datang saja, walau sebenarnya untuk proses pemangggilan ini mesti menempuh prosedur hukum meminta izin dengan Gubernur Riau, karena saya anggota Dewan. Kendati belum ada izin dari gubernur, dengan niat tulus saya tetap datang dipanggil polisi untuk menceritakan yang sebenarnya.
(nrl/)










































