Polisi Minta Pemprov DKI Benahi Angkutan Umum Agar Ganjil Genap Efektif

Polisi Minta Pemprov DKI Benahi Angkutan Umum Agar Ganjil Genap Efektif

Mei Amelia R - detikNews
Selasa, 30 Agu 2016 12:17 WIB
Bus TransJ melintas tanpa hambatan di jalur buswas (Foto: Rengga Sancaya/detikFoto)
Bus TransJ melintas tanpa hambatan di jalur buswas (Foto: Rengga Sancaya/detikFoto)
Jakarta - Sistem ganjil genap yang mulai diberlakukan hari ini diharapkan membuat masyarakat beralih ke angkutan umum massal. Polisi mengusulkan agar Pemprov DKI menambah armada angkutan massal sehingga mendorong masyarakat untuk beralih.

"Sebenarnya sekarang ini transportasi massal yang dimiliki Pemda DKI sudah cukup, tetapi mungkin sebaiknya ditambah lagi agar ketersediannya lebih baik lagi," ujar Wakil Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya AKBP Latif Usman kepada detikcom, Selasa (30/8/2016).

Bus TransJakarta menjadi satu-satunya moda transportasi massal yang menjadi idaman masyarakat. Tetapi, ketersediaan bus TransJ yang kurang banyak dan waktu tempuh antar bus (headway) membuat masyarakat enggan beralih.

"Ini jadi momentum, di mana Pemprov DKI harus memperbaiki transportasi massal yang ada sehingga masyarakat mau beralih," imbuhnya.

Selain bus TransJakarta, angkutan umum lainnya yang menjadi angkutan alternatif kendaraan pribadi, ada Kopaja dan Metro Mini. Tetapi hal ini tidak membuat masyarakat beralih.

"Kami juga mendorong peremajaan angkutan umum seperti Kopaja dan Metro Mini karena sudah tidak laik angkut," ungkap Latif.

Selain kondisi fisik kendaraan yang tidak layak, Kopaja dan Metro Mini juga menimbulkan polusi udara. "Angkutan ini merupakan gambaran Ibu Kota, kalau angkutan umumnya saja berpolusi, tidak laik jalan, bagaimana bisa membuat Jakarta lebih baik lagi. Jakarta adalah ikon Indonesia, sehingga angkutan umum harus diperbaiki," pungkasnya. (mei/hri)