Dirut TransJ Janji Ikut Telusuri Kasus Andrew yang Mengaku Dikeroyok dalam Bus

Dirut TransJ Janji Ikut Telusuri Kasus Andrew yang Mengaku Dikeroyok dalam Bus

Danu Damarjati - detikNews
Selasa, 30 Agu 2016 08:21 WIB
Dirut TransJ Janji Ikut Telusuri Kasus Andrew yang Mengaku Dikeroyok dalam Bus
Foto: Edi Wahyono
Jakarta - Andrew Budikusuma menjadi korban pemukulan sekelompok orang saat menaiki bus TransJakarta. Direktur Utama PT Transjakarta Budi Kaliwono angkat bicara terkait kasus tersebut.

"Info yang kami terima on board dan penumpang sempet turun ke halte melerai keributan. Dan menarik Andrew ke bus kembali. Saya belum pasti. Tapi ini akan kami tindak lanjuti. Kami sangat menyesalkan kejadian ini dan tidak ada kejahatan boleh terjadi di lingkungan TransJakarta," ujar Budi dalam pesan singkat kepada detikcom, Selasa (30/8/2016).

Kejadian bermula pada Jumat (26/8) saat Andrew pulang kerja dan naik bus Transjakarta dari halte Kuningan sekitar pukul 20.30 WIB menuju Pluit. Saat tiba di halte Semanggi, sekitar 3-4 pria berpakaian rapi masuk ke dalam bus dan menunjukkan gelagat yang meresahkan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat bus berhenti di Halte Semanggi, ada 3-4 orang pria yang masuk ke dalam bus dan menunjukkan gelagat yang meresahkan. Pada saat itu, kondisi bus dalam keadaan yang tidak terlalu ramai.

Di dalam bus menurut Andrew, sekelompok pria yang naik di Halte Semanggi tersebut berteriak-teriak mencari seseorang dengan menyebut nama Ahok, sapaan dari Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. Saat itu Andrew memilih menghindari orang-orang yang berteriak.

"Cepet banget kejadiannya. Saya masuk dari halte Kuningan saat pulang. Sekitar jam 20.30 malam saya masuk bus. Saya berdiri di antara pintu tengah dan pintu telakang bus TransJakarta yang gandeng, yang ada karetnya itu. Sekitar 3-4 orang lalu masuk dari halte Semanggi. Saya ga kepikiran akan ada orang seperti itu saat mereka masuk dari halte Semanggi. Awalnya mereka sudah kayak teriak-teriak mencari Ahok. Dalam hati saya, ini apes banget," cerita Andrew saat dihubungi detikcom, Selasa (30/8/2016).

Entah mengapa, sekelompok pria tersebut malah menjadikan Andrew sebagai sasaran amukan. Mereka memprovokasi Andrew dengan kalimat rasis serta menantang berkelahi.

Andrew yang mencoba menghindar, malah mendapat pukulan di bagian kepala hingga bengkak. Akibat pukulan tersebut, ia langsung dibawa ke Rumah Sakit Siloam, Jakarta Barat.

"Selama di perjalanan saya diprovokasi untuk berantem. Saya nggak mau berantem. Sampai di halte JCC, saya dipukuli tepat diantara dekat pintu bus dan hampir keluar halte JCC. Dari situ kejadian begitu cepat. Untung ada penumpang yang baik, yang menarik saya ke dalam bus," tuturnya.

Menurut Andrew tidak ada petugas di dalam bus yang berusaha menolongnya maupun memberikan informasi pengaduan atas penyerangan yang terjadi. Malah, petugas seolah memojokkan Andrew yang saat itu babak belur dipukuli.

Andrew berencana untuk melaporkan kejadian tersebut ke Mapolda Metro Jaya pada hari ini. Ia berharap polisi bisa menangkap pelaku.

"Saya hari ini mau lapor ke Polda Metro Jaya. Saya coba minta CCTV halte Senayan JCC sebagai barang bukti karena saya lupa nomor bus. Kejadiannya begitu cepat dan saya nggak kepikiran untuk mencatat hal-hal seperti itu. Yang saya pikirkan saat itu adalah selamat dan aman," tutur Andrew. (nkn/fdn)


Berita Terkait