"Buwas (Kepala BNN Budi Waseso-red) bilang 151 yang harus dieksekusi mati. Faktanya ada 14. Tapi ini reformasi, rakyat sudah cerdas. 15 ambulans. Tapi kenapa yang dieksusi cuma 4. Kenapa 10 tak jadi dieksekusi?" tanya Ruhut di Komplek DPR, Jalan Gatot Subroto, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (29/8/2016).
Padahal, banyak terpidana mati telah berkekuatan hukum tetap. Tapi kenyatannya, kejaksaan tidak berani mengeksekusinya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun sayang, karena keterbatasan waktu, pertanyaan Ruhut itu tidak terjawab. Ibrahim hanya menerangkan soal pedoman hidupnya yang mengutip kalimat bijak Syafrudin Prawiranegara.
"Harus jujur kepada rakyat dan negara. Kejujuran berawal dari diri sendiri," ucap Ibrahim menerangkan motto hidupnya itu.
Sebagaimana diketahui, drama eksekusi mati pada akhir Juli lalu cukup membuat kaget rakyat Indonesia. Kejaksaa Agung telah memasukkan 14 orang ke sel isolasi, tetapi hanya 4 yang dieksekusi. Penjelasan Jaksa Agung HM Prasetyo tidak menjawab kegelisahan dan tanda tanga masyarakat. (asp/van)











































