Dalam keterangan yang disampaikan KJRI Kinabalu, Senin (29/8/2016), bazaar ini digelar 29-30 Agustus di halaman parkir Kantor KJRI yang berlokasi di Karamunsing.
Berbagai jenis makanan terbuat dari sayuran, daging, ikan dalam resep tradisional Indonesia yang telah dikenal kesedapannya dijual murah. Terdapat juga berbagai jenis minuman dan bahkan jamu yang semua dijual dengan harga berkisar RM 5 atau kurang.
![]() |
Konsul Jenderal RI Kota Kinabalu, Akhmad DH. Irfan yang membuka secara resmi bazaar, mengatakan bahwa sekurang-kurangnya dijual 18 (delapan belas) Ikon Kuliner Indonesia yaitu, Nasi Bandeng Presto, Bakso Kelapa, Nasi Lalap Empal, Empek-Empek Palembang, Batagor Bandung, Rujak 'Petis" Sos, Rujak Buah, Lalap Ikan Mujair, Bakso Kota Malang, Nasi Bakar, Es Teler, jamu beras kencur dan kunyit asam dan lain-lain.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pelaksana Fungsi Ekonomi, Hendro Retno Wulan menyatakan bahwa disamping bermaksud mempromosikan makanan khas tradisional Indonesia, bazaar kuliner menjadi media pemasaran efektif untuk menambah hubungan dan memperluas bisnis bagi peserta Bazaar.
"Kami tawarkan mereka yang hadir ke bazaar ini untuk datang ke Indonesia ke tempat makanan atau masukan Indonesia itu berasal," tegas Wulan.
Di Sabah, kuliner Indonesia sudah dikenal menawarkan citarasa yang kompleks dan berani, terkadang diasosiasikan dengan kuliner Thailand yang dikombinasikan dengan kekayaan kuliner India. Penggunaan bahan-bahan asli Indonesia dan pengaruh dari bumbu Indochina membuat citarasa kuliner Indonesia menjadi sangat unik dan ditunggu-tunggu untuk dinikmati.
![]() |
Sedang menurut seorang pengunjung bazaar yang hadir, Warga Negara Malaysia berasal dari Kota Kinabalu bernama Michael menyatakan senang atas diselenggarakannya bazaar kuliner.
"Terus terang saya seringkali bepergian ke Bogor dan Bandung dan saya tahu bahwa masakan Indonesia semua sedap. Tiap ada even dan function yang berkaitan dengan masukan Indonesia pasti saya pasti datang dan mencoba resep yang baru," kata Michael yang terlihat minum es teller dan makan bakwan goreng.
Sementara seorang pengusaha lokal Malaysia yang mengimport kopi dari Indonesia, Datuk M. Lui menjelaskan alasannya kenapa datang ke acara bazaar kuliner mengatakan bahwa dirinya tertarik karena mendengar salah satu booth menjual minuman kopi Indonesia yang rendah acid.
Indonesia dan Sabah memiliki hubungan bilateral yang baik dan terus terbina. TKI Indonesia banyak yang bekerja di Sabah, terutama di ladang-ladang sawit. Keduabelah pihak selama ini selalu berupaya meningkatkan hubungan dan kerjasama ekonomi. (dra/dra)













































