"Pada hari ini Ibu Menteri secara simbolik meresmikan dua stasiun pemantauan dan workshop 'International Workshop on Biomass Burning'," ujar Kepala BMKG Andi Eka Sakya dalam jumpa pers International Worskhop on Biomass Burning di kantor BMKG, Jl Angkasa Raya, Kemayoran, Jakarta Utara, Senin (29/8/2016). Jumpa pers itu dihadiri Siti Nurbaya dan perwakilan dari World Meteorological Organization (WMO) Alexander Baklanov.
Menurut Andi, Indonesia ditunjuk sebagai jaringan stasiun global sejak 1996 di Katulampa, Bogor. Namun karena di lokasi itu tidak cukup maka dibangun lagi stasiun pengawas atmosfer di Palu dan Sorong.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Workshop Vegetation fire and smoke pollution warning ini diikuti oleh perwakilan dari 12 negara dan dihadiri 80 orang. 12 Perwakilan negara yang terutama berasal dari ASEAN itu bertindak sebagai pembicara maupun peserta.
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya mengatakan, data dari kebakaran lahan di Riau, mayoritas lahan yang kebakaran yakni di lahan masyarakat. Oleh karena itu memerlukan usaha yang lebih keras untuk mengatasi hal itu.
"Dengan adanya kebakaran hutan lahan ini (yang diperhatikan) tidak hanya kebakaran hutan tapi juga hutan vegetasi, makanya istilah vegetation fire lebih mengena," kata Siti. (nwy/trw)











































