Manuver Para Jenderal di Pusaran Perpecahan PKPI

PKPI Pecah

Manuver Para Jenderal di Pusaran Perpecahan PKPI

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Senin, 29 Agu 2016 11:14 WIB
Manuver Para Jenderal di Pusaran Perpecahan PKPI
Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta - Tak hanya partai besar yang terancam perpecahan karena perebutan kekuasaan. Partai Keadilan, dan Persatuan Indonesia (PKPI) yang tak lolos ke parlemen pun terpecah setelah para dua jenderal saling klaim kepemimpinan.

PKPI pecah setelah Mantan Kepala BIN, Jenderal (purn) AM Hendropriyono dan Mayjen TNI (purn) Haris Sudarno saling klaim kepemimpinan di PKPI. Partai 'mungil' ini didera goyangan keras setelah sang ketua umum sebelumnya yakni Letjen TNI (Purn) Sutiyoso ditunjuk Presiden Jokowi jadi kepala BIN.

Setelah Bang Yos ditunjuk menjadi Kepala BIN, ia menunjuk mantan Bupati Kutai Timur Isran Noor menjadi plt ketua umum PKPI pada 23 Juni 2015 lalu. Kemudian digelarlah kongres pada Agustus yang kemudian menghasilkan Isran Noor menjadi ketua umum PKPI yang baru.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun ternyata kepemimpinan Isran Noor tidak berlangsung lama karena goyangan kencang dari daerah dan para sesepuh PKPI yang salah satunya adalah Jenderal (Purn) Try Sutrisno yang menjabat sebagai Ketua Dewan Penasihat dan para sesepuh partai lain seperti TB Silalahi tak happy dengan kepemimpinannya.

Anggota Dewan Penasihat PKPI Haris Sudarno pun mulai melakukan pertemuan-pertemuan dengan pengurus di daerah. Haris yang jabatan terakhirnya sebagai Panglima Kodam V Brawijaya itu kemudian menggelar Rapimnas untuk menjadwalkan Kongres PKPI.

Hasil rapimnas di bulan Juli 2016 itu mengamanahkan agar segera dilakukan kongres luar biasa dalam 1 bulan ke depan. Pada Rapimnas itu diputuskan Isran Noor diberhentikan secara sah sebagai ketua umum PKPI dan digantikan oleh Haris yang menjabat Plt ketua umum.

"Kemenkum HAM juga telah mengesahkan saya sebagai Plt PKPI," kata Haris kepada detikcom, Senin (29/8/2016).

Lalu pada Rapimnas 22-23 Agustus 2016 di Jakarta, Haris mengadakan kongres dan pada kongres itu secara aklamasi Haris diangkat menjadi ketua umum. Sayangnya, kepengurusan Haris tidak diakui oleh kubu Try Sutrisno. Malah muncul nama Hendropriyono sebagai ketua umum PKPI terpilih dalam Kongres Luar Biasa di Hotel Millenium, Jakarta, pada 27-29 Agustus 2016.

Manuver Hendropriyono ini agak mengejutkan karena mantan Kepala BIN ini selama ini tak banyak terlihat di acara-acara PKPI. Ia terlihat 'masuk' ke PKPI saat partai yang memiliki banyak pengurus berpangkat jenderal itu mendeklarasikan dukungan ke Jokowi-JK pada 22 Mei 2014 silam.

Dalam situs resmiPKPI diseb
utkan bahwa Hendropriyono didapuk menjadi ketua umum pada kongres yang berlangsung di Jakarta pada 27-29 Agustus 2016. Hendropriyono terpilih secara aklamasi dalam kongres itu.

Hendropriyono kini tak ragu menegaskan dirinya lah ketua umum PKPI yang sah. "Betul. Sudah disahkan pada Kongres Luar Biasa PKPI di hotel Millenium," ujar Hendropriyono kepada detikcom, Senin (29/8/2016).

Lalu siapa jenderal yang bakal memenangkan perebutan PKPI?


(van/try)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads