Pantauan detikcom di lokasi, Senin (29/8/2016), tampak sebuah tembok penahan setinggi 1,5 meter dengan panjang sekitar 10 meter ambruk akibat diterjang derasnya arus Kali saat hujan deras kemarin. Permukiman warga yang terdiri dari 10 rumah itu berdampingan dengan kompleks perumahan bernama Kompleks Bangun Cipta Sarana. Saat hujan kemarin kompleks tersebut juga terkena imbas banjir.
Warga sekitar mengatakan tembok pembatas tersebut sedikit demi sedikit mulai jebol sejak hujan 2 minggu yang lalu. Namun akhirnya tembok tersebut jebol seluruhnya ketika hujan deras Sabtu (27/8).
Warga Gang Minatu, Cipete (Foto: Noval Dhwinuary Antony/detikcom) |
"Temboknya jebol bertahap, pertama pas banjir dua minggu lalu, tapi yang jebol besar itu yang hujan malam minggu," ujar Aminah seorang warga kepada detikcom.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tembok jebol di Gang Minatu, Cipete (Foto: Noval Dhwinuary Antony/detikcom) |
"Warga juga nggak setuju dengan industri kerang rumahan yang punya usaha di sebuah rumah di pinggir kali. Karena mereka buang limbahnya ke dalam kali. Kami ingin mereka pindah saja kalau bikin banjir, tapi kalau masih mau tinggal di sini jangan buang sampah ke kali," kata Aminah.
Saat ini reruntuhan tembok tersebut masih tergeletak begitu saja di pinggir Kali Krukut. Belum ada inisiatif perbaikan sehingga warga harap harap cemas apabila hari ini kembali turun hujan di Jakarta Selatan.
Perumahan Warga di Gang Minatu, Cipete (Foto: Noval Dhwinuary Antony/detikcom) |
(rni/nwk)












































Warga Gang Minatu, Cipete (Foto: Noval Dhwinuary Antony/detikcom)
Tembok jebol di Gang Minatu, Cipete (Foto: Noval Dhwinuary Antony/detikcom)
Perumahan Warga di Gang Minatu, Cipete (Foto: Noval Dhwinuary Antony/detikcom)