Pasca Pemilu, Kantor UKM UIN Kalijaga Dirusak Mahasiswa
Senin, 28 Mar 2005 14:24 WIB
Yogyakarta - Kasus keributan saat pemilihan umum mahaiswa (pemilwa) di kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta berbuntut. Kantor unit kegiatan mahasiswa (UIN) di kampus itu dirusak sekelompok massa.Akibatnya kaca pintu masuk sekretariat UKM pecah berantakan dan dua sepeda motor mahasiswa rusak. Dua sekretariat UKM yang dirusak adalah kantor Lembaga Penerbitan Mahasiswa (LPM) Arena dan Korps Suka Rela Palang Merah Indonesia (KSR-PMI).Salah seorang pengurus LPM Arena, Fathul Qorib, kepada wartawan Senin (28/3/2005) mengatakan, pengrusakan itu terjadi pada hari Minggu (28/3/2005)pukul 22.00 WIB. Pelaku diperkirakan berjumlah 40-an orang."Sekitar 40-an orang, tapi kami tidak tahu jumlah persisnya karena kami terkurung di dalam ruangan LPM Arena," katanya.Adapun kronologinya, kata Qorib, pada pukul 20.00 WIB sekitar 10 orang kru redaksi Arena -- tiga di antaranya perempuan -- sedang rapat redaksi dan mengetik naskah untuk penerbitan edisi Senin (28/3/2005). Sedangkan di ruang KSR PMI terdapat tujuh orang, dua di antaranya tamu dari anggota KSR Universitas Brawijaya (Unibraw) Malang.Namun tak lama kemudian datang beberapa mahasiswa yang langsung masuk ke ruang redaksi dengan dalih mencari seorang mahasiswa. Sementara itu puluhan mahasiswa sudah menunggu dan mengepung kantor UKM dari luar sambil berteriak-teriak dan menggedor-gedor pintu.Menurut Qorib, setelah beberapa kru Arena keluar ruangan untuk menenangkan situasi namun negosiasi berjalan buntu. Mereka tetap ngotot mau masuk, sambil mengancam akan terus masuk ruangan. "Pintu kaca akhirnya pecah karena dilempar batu dan seorang anggota KSR terluka terkena lemparan batu dari luar," katanya.Karena mahasiswa tetap tidak mau meladeni akhirnya mereka merusak dua sepeda motor yang diparkir di halaman UKM. Dua motor jenis Suzuki Smash nopol AB 5532 DZ dan Shogun DR 4359 KE rusak pada bagian body dan lampu depan pecah. "Salah satu motor itu adalah motor pinjaman yang dibawa seorang tamu UKM KSR dari Unibraw," katanya.Qorib menyesalkan peristiwa itu dan meminta agar rektor mengambil langkah-langkah untuk meredakan situasi. "Kami sampai sekarang masih tertekan dan diintimidasi. Beberapa pimpinan partai ada yang mengancam kami bila Arena terbit akan digorok," katanya.Latihan DemokrasiSementara itu Rektor UIN Sunan Kalijaga Prof Dr H Amin Abdullah kepada wartawan diruang rektor di Jl Timoho mengatakan kasus pengrusakan itu adalah ekses dari pemilwa yang digelar Sabtu kemarin. Mereka bukan bertujuan menyerbu Arena atau UKM lainnya, tapi mahasiswa yang punya acara pemilwa."Itu biasa, namanya juga interaksi sosial sehingga muncul gesekan-gesekan. Pengrusakan itu hanya ekses saja," kilah Amin. Amin juga meminta kepada mahasiswa yang beraktivitas di ruang UKM, seperti Arena dan KSR tetap beraktifitas seperti biasa. Dia sebagai pimpinan universitas secepatnya juga akan mengundang dan menanyakan kepada mahasiswa yang terlibat."Sebagai bapak, nanti akan saya undang Dema, KPU mahasiswa, PPU, PPF dan ketua-ketua partai mahasiswa. Latihan demokrasi saja kok sampai begitu," ujarnya.
(nrl/)











































